BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

8 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Suwarna Terima 87 Cek Rp 2,1 M
Rabu, 14-05-2008 | 04:00:00
JAKARTA, TRIBUN--Mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Suwarna Abdul Fatah, buka-bukaan kartu di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (13/5). Tanpa sungkan- sungkan, mantan penguasa di Kaltim itu mengaku pernah mendapatkan multi traveler cheque (MTC) dari Sekretaris Provinsi Kaltim, Syaiful Teteng, Juni-Juli 2003.

Tak tanggung-tangung, jumlahnya mencapai 87 lembar dengan nilai sebesar Rp 2,175 miliar. Suwarna berani buka-bukaan kartu saat ditanya Jaksa Penuntut KPK Chaidir Ramly. Menurutnya, sekitar Juni atau Juli 2003, Syaiful Teteng masuk ke ruang kerjanya sambil membawa amplop coklat. Amplop itu diserahkan kepada dirinya. "Ini ada rezeki, halal..." ujar Suwarna menirukan Syaiful Teteng.

Suwarna kembali hadir di Pengadilan Tipikor, Jakarta, sebagai saksi terhadap terdakwa Ismet Rusdandy --pimpinan proyek (Pimpro) pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) Provinsi Kalimantan Timur. Kesaksiannya tidak meringankan dan juga tidak memberatkan bagi Ismet. Namun yang cukup mengejutkan, Suwarna justru mengaku dirinya pernah mendapat multi traveler cheque (MTC)  dari Sekprov Kaltim, Syaiful Teteng.

Ke 87 cek itu masing-masing bernilai Rp 25 juta. Oleh Suwarna, cek-cek tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada istri, anak dan keponakannya. Setelah tahu uang itu diduga hasil korupsi pengadaan mobil damkar, Suwarna lalu menyerahkan seluruh cek kepada KPK.

Sampai saat ini Suwarna mengaku tidak tahu menahu dalam kaitan apa cek sebanyak itu diberikan kepada dirinya. Termasuk apakah ada kaitannya dengan pengadaan 23 mobil damkar atau tidak. Ia juga mengaku, waktu itu tidak begitu dalam menanyakan asal-usul cek tersebut  kepada Syaiful Teteng.

Ketika dicecar pertanyaan oleh jaksa apakah Syaiful Teteng sering memberikan uang atau cek kepada dirinya, Suwarna mengaku hal itu baru sekali terjadi dan setelah diperiksa ternyata isinya cek. Apa reaksi Anda setelah menerima cek itu? "Biasa saja," ujar Suwarna menjawab pertanyaan Jaksa Chaidir. Anda tidak tanya itu uang apa?" "Ya dia hanya bilang ini ada rezeki,  halal..." kata Suwarna dengan tenang.

Cukup mengejutkan lagi, Suwarna menjelaskan secara detil kemana saja lembaran-lembaran cek itu ia berikan. Katanya, cek tersebut dibagi-bagikan kepada istri, anak, keponakan hingga saudaranya. "Saya serahkan ke istri 15 (lembar cek), Hendy dua lembar, Udin dua lembar, Martin 28 dan Rahmawati 40," tutur Suwarna.

Siapa Hendy? Menurut Suwarna, Hendy adalah saudara dari istrinya. Sedangkan Udin adalah keponakannya dan Martin adalah anak. Uang itu sekarang dimana? "Sudah disita (KPK)," ujar Suwana. "Saya sudah kembalikan ke KPK setelah tahu itu  uang haram," tegas Suwarna.

Dalam kesempatan itu, Suwarna mengaku tidak mengenal Ismet. Ketika ditanya apakah Suwarna kenal dari Hengky Daud (rekanan pengadaan damkar yang kini menjadi buron), mantan orang terpandang di Kaltim itu mengaku mengenalnya. Ia kenal Hengky Daud ketika dirinya dilantik menjadi Gubernur Kaltim tahun 2003. Suwarna juga mengaku pernah melihat Hengky Daud di kantor Departemen Dalam  Negeri (Depdagri) saat menemui Mendagri Hari Sabarno."Saya kira, dia (Hengky) staf khusus Menteri," lanjut Suwarna.

Suwarna juga mengaku tidak tahu ada radiogram yang dikirim Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Oentarato Sindung Mawardi terkait pengadaan damkar. Sepengetahuannya, pengadaan damkar menggunakan APBD Kaltim pada tahun 2003. Ia tahu mobil itu setelah ia diminta menyerahkan mobil damkar kepada Bupati dan Walikota di Kaltim. Ismet yang diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi kesaksian Suwarna mengaku tidak keberatan dan tidak mengajukan pertanyaan. (persda network/yls)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA