|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 2 hours, 3 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Tunggu Presiden Puas |
| Kamis, 15-05-2008 | 04:00:00 | |
|
RAPAT Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (14/5) berjalan selama delapan jam, sejak pukul 13.30 WIB. Hasilnya? Ternyata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum mengambil keputusan konkrit kapan harga BBM akan diumumkan kepada publik. Presiden SBY masih menunggu laporan persiapan Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga 22 Mei mendatang. Sumber di Istana menyebutkan, tidak menutup kemungkinan keputusan final menaikkan BBM akan diketok 23 Mei mendatang.
"Pengumuman kenaikan BBM dilakukan setelah presiden puas atas laporan akhir persiapan BLT. Laporan itu dilakukan pada 23 Mei 2008," kata Menteri Koordinator Kesra Aburizal Bakrie saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (14/5). Menurut Ical, untuk rencana kenaikan harga BBM pemerintah mempersiapkan program penanggulangan kemiskinan berupa bantuan dan perlindungan sosial, dengan sasaran 19,1 juta rumah tangga sasaran dalam bentuk program keluarga harapan. "Ada beras untuk masyarakat miskin, bantuan operasi sekolah, dan jaminan kesehatan masyarakat," ujarnya. Ical menambahkan, untuk raskin jumlah penyaluran yang semula 10 bulan ditingkatkan menjadi 12 bulan. "Dalam program ini juga dilakukan penyaluran minyak goreng dan kedelai bersubsidi," pungkasnya. Lebih lanjut mantan Menko Perekonomian itu menyatakan, untuk tamtama TNI/Polri, buruh, PNS tingkat I dan II serta tenaga honorer, pemerintah memberikan raskin kepada 12 juta KK. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pasar murah kepada 5 juta KK, khususnya buruh dan masyarakat berpendapatan rendah. Masih dalam kesempatan yang sama, Menneg/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menuturkan, presiden telah menerbitkan Instruksi Presiden bernomor 3/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang pelaksanaan program BLT untuk rumah tangga. "Inpres ini menjadi dasar hukum bagi persiapan dan pelaksanaan program BLT," ungkap Paskah. Kenaikan harga BBM dipastikan akan menjadi bola liar. Termasuk diantaranya mempengaruhi harga buku di Indonesia. Persentase kenaikan harga buku diprediksikan menyamai persentase kenaikan harga BBM. "Kenaikan harga buku diperkirakan 20-30 persen," kata Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia, Setia Dharma Madjid usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (14/5). Kenaikan harga buku tersebut, menurut Setia Dharma sudah termasuk dengan kenaikan harga kertas yang saat ini membumbung tinggi. "Kertas itu merupakan 60 persen komponen produksi kita. Bila ada kenaikan harga kertas 30 persen, harga buku itu naik 20 persen. Dan kalau ada kenaikan harga BBM, maka harga kertas dan distribusi dipastikan naik. Ini tidak bisa dihindari," ujarnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Setia Dharma mendesak pemerintah untuk memberikan subsidi harga kertas kepada pengusaha buku. "Kita sudah menghadap menteri supaya ada subsidi kertas buku yang harganya bisa dikendalikan. Kalau tidak kita dipermainkan pedagang kertas," tukasnya. (Persda Network/ade) |
|
|

























