|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 57 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| 18 Pegulat Kaltim Berangkat ke Seoul |
| Rabu, 30-04-2008 | 04:00:00 | |
|
SAMARINDA, TRIBUN-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim mengirim 18 pegulat dan dua pelatih untuk berlatih ke Universitas Yong In, Seoul, Korea Selatan (Korsel). Mereka adalah pegulat yang dipersiapkan ikut PON XVII/2008, terdiri dari empat putri kelas gaya bebas, enam putra gaya grego, dan delapan putra gaya bebas.
Mereka berangkat, Kamis (1/5) menggunakan Pesawat Garuda pada pukul 16.00 dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Pegulat Kaltim berlatih selama 12 hari di Yong In. Arbain, pelatih gaya bebas mengungkapkan, Selasa (29/4) pegulat Kaltim ini bisa bertolak ke Korsel karena disponsori pihak ketiga dari perusahaan batu bara. "Kami disponsori PT Kideco. KONI juga membantu keberangkatan kami dengan membayar fiskal ke Korsel. Tiap anak kena fiskal dan airport tax Rp 1.100.000," tutur Arbain. Berlatih ke Korsel merupakan salah satu agenda training camp ke luar negeri. Gulat berencana melakukan TC di dua negara, Rusia dan Korsel. Semula, TC ke Rusia direncanakan awal April 2008, namun gagal. Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim mengubah waktu TC menjadi pertengahan Mei 2008. PGSI mendahulukan TC ke Negeri Ginseng, besok. "Setelah dari Korea, kita langsung ke Rusia," tutur Arbain. Lokasi berlatih gulat di Korsel adalah Universitas Yong In di Seoul. Universitas ini cukup ternama lantaran kerap jadi tempat tujuan berlatih atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga dan negara. Selain gulat, taekwondoin Kaltim pun punya niat sama untuk berlatih di sana. Berlatih di Yong In bukan pertama kali bagi gulat Kaltim. Keberangkatan ke Yong In ini merupakan yang keempat bagi Kaltim. Sebelumnya Kaltim pernah ke Korsel pada 1996, 2000, dan 2004. Namun, keberangkatan kali ini jumlah personelnya yang paling banyak. "Kita maunya berangkat semua. Tapi sejak semula jatah kita 18 orang, maka sebelumnya kita bicarakan dulu dengan seluruh atlet dan pelatih. Mereka yang tidak berangkat karena masih cedera, kelebihan berat badan, dan ada urusan pribadi," tutur Arbain. Sementara itu, selama menanti berlatih ke luar negeri, seluruh pegulat masih terus menjalani latihan di Pemusatan Latihan Skala Daerah (Puslatda) Kaltim di Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Sebanyak 20 pegulat putra, delapan putri, serta delapan pelatih terus berlatih fisik dan teknis sebagai persiapan menghadapi PON. (dst) |
|
|


























