|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 hour, 42 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Nasib PSSI Ditentukan Akhir Mei |
| Senin, 12-05-2008 | 04:00:00 | |
|
JAKARTA, TRIBUN-Nasib PSSI kemungkinan besar akan ditentukan dalam Kongres Badan Sepak Bola Dunia atau FIFA, yang akan berlangsung akhir Mei di Sydney, Australia. Pada draf agenda acara yang diakses Kompas dari situs FIFA, terdapat acara membahas Pembekuan dan Pengeluaran dari Keanggotaan FIFA.
Ancaman pembekuan menghadang di depan mata, karena PSSI belum merampungkan revisi statuta atau pedoman dasarnya, hingga tenggat waktu yang ditetapkan FIFA, yakni 5 Mei lalu. Pengurus PSSI, masih mempertanyakan detail definisi pasal kriminal yang menjadi syarat utama FIFA dalam statuta baru. "Persepsi soal apakah PSSI beritikad baik dalam proses revisi ini, sehingga masih layak diberi toleransi, atau apakah PSSI sudah melewati deadline sehingga layak dibekukan, sepenuhnya tergantung FIFA. Kita layak cemas menunggu nasib PSSI dalam Kongres FIFA," kata penggiat Perhimpunan Pendidikan dan Demokrasi Isfahani, yang intens mengamati perkembangan sepakbola Indonesia. Munaslub tanpa Ganti Ketua Umum Sementara itu, desakan beberapa pengurus daerah PSSI agar Munaslub secepatnya digelar, tampaknya akan mendapatkan respons positif dari Pengurus Pusat PSSI. Namun Munaslub akan digelar dengan satu syarat, yaitu tanpa agenda mengganti Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang saat ini masih berada dalam tahanan. Kabar akan segera digelarnya Munaslub tersebut diungkapkan oleh Anggota Executive Comisioner (EXCO) PSSI, yang juga tercatat sebagai Ketua Bidang Status dan Alih Status Pemain, Iwan Budianto. "Kami mengerti banyak pengurus daerah yang menginginkan adanya Munaslub dan kami bersedia menggelarnya, asalkan tanpa agenda pemilihan ketua umum baru," kata Iwan, Sabtu (10/5). Iwan menambahkan banyak pengurus di daerah yang tak mengerti aturan mengenai digelarnya Munaslub. Menurut dia, banyak pengurus daerah yang berpikiran Munaslub adalah untuk mengganti Ketua Umum. "Okelah mungkin kalau dua per tiga pengurus daerah mengusulkan Munaslub, maka kami akan menggelarnya. Tapi tetap tanpa pergantian ketua umum. Karena Munaslub bukanlah ajang untuk melakukan pergantian ketua umum. Munaslub itu akan membahas AD/ART sesuai dengan rekomendasi FIFA," jelasnya. Meski demikian, Iwan juga mengakui bahwa, tidak tertutup kemungkinan agenda pergantian ketua umum hadir dalam Munaslub. Namun lagi-lagi dikatakannya, agenda tersebut tidak akan ada pada Munaslub yang akan digelar dalam waktu dekat tersebut. "Bisa dilakukan pergantian ketua umum, tapi pada Munaslub berikutnya, sesuai dengan keputusan Munaslub yang akan digelar ini," tandasnya. (kompas.com/dts) |
|
|



























