BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Harga-harga akan Naik
Sabtu, 15-03-2008 | 04:00:00
Aji Sofyan Effendi
Pengamat Ekonomi Kaltim
 
SECARA nasional, naiknya harga minyak dunia ke level 110 dolar AS per barel akan memberatkan APBN karena asumsi harga minyak  kita hanya 85 dolar AS per barel. Tapi kenyataanya sampai hari ini (kemarin, red) sudah mencapai 111 dolar AS per barel.
Ini akan terjadi kesulitan pada produk-produk yang tidak disubsidi, sehingga berdampak pada peningkatan harga. Saya prediksikan akan terjadi kenaikan harga.  Di Kaltim dari sisi transportasi, perdagangan serta barang dan jasa akan mengalami inflasi, tetapi mudah-mudahan ini sifatnya jangka pendek saja.

Apabila berpengaruh kepada kebutuhan sembilan bahan pokok, maka pemerintah harus melakukan operasi pasar. Tetapi itu langkah yang dilakukan di tingkat komsumsi atau yang mengalami berdampak langsung kepada masyarakat.

Pemerintah juga dapat melakukan regulasi di hulunya yaitu sektor barang dan jasa. Sehingga tidak serta merta bisa menaikkan harga begitu saja, terutama untuk kebutuhan sembilan bahan pokok. Selain itu, efek dari kenaikan harga minyak dunia akan berpengaruh pada sektor yang berhubungan dengan minyak dunia, yaitu sektor transportasi.

Dampaknya akan ada peningkatan harga dari produk yang tidak disubsidi. Misalnya produk bahan bakar jenis Pertamax. Ini akan terjadi tidak hanya di Kaltim saja, di daerah-daerah lain juga akan mengalami hal sama.

Kalau bicara soal Kaltim, basic-nya adalah daerah sebagai pengekspor minyak dan gas bumi (migas). Tetapi ingat, kalaupun akan ada surplus di Kaltim akibat kenaikan minyak dunia, tetap akan lebih banyak masuk ke pemerintah pusat. Ini dampak dari bagi hasil migas yang ditentukan oleh pemerintah pusat. (bud)


 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA