BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Nyamuk DBD Lebih Sakti
Kamis, 20-03-2008 | 05:12:24

ZAMAN main modern, manusia berada di dalam lingkar kehidupan dan peradaban tinggi. Teknologi sudah ada di dalam genggaman semakin hebat dan efisien. Tetapi benarkah kemajuan zaman dan peradaban ini membuat manusia semakin 'nikmat' hidupnya? Jawabnya, ternyata tidak.

Makin modern tingkat kehidupan manusia, ternyata persoalan yang muncul juga semakin kompleks dan semakin canggih pula. Sebagai bukti, gangguan penyakit yang sampai saat ini terus menghantui kehidupana manusia yang serba canggih ini. Sebagai contoh, ternyata nyamuk pembawa virus demna berdarah yaitu aedes aegypti dan Aedes albopictus,  mungkin lebih kuat dari perkiraan selama ini. Penelitian menunjukkan nyamuk tersebut dapat terbang lebih jauh, aktif sampai malam, dan juga hidup di air kotor.

Berdasarkan hasil penelitian Dr. Upik Kesumawati Hadi, Kepala Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor, menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti bisa hidup di air kotor, tidak hanya air bersih seperti yang selama ini kita percayai. Oleh karena itu, menurut Upik dalam sebuah seminar serangga di Cibinong Science Center, Bogor, Rabu (18/3), agar masyarakat lebih waspada.

Pada penelitian tahun 2006, timnya meniru genangan air kotor di laboratorium menggunakan campuran kotoran ayam, kaporit, dan air sabun sehingga tingkat konsentratnya menyerupai polutan air di alam. Telur jentik-jentik nyamuk diletakkan ke dalam genangan tersebut ternyata dapat menetas menjadi larva nyamuk hingga dewasa. Meski sudah terbukti di laboratorium, ia belum pernah menemukan kasus tersebut di alam.

Aedes aegypti selama ini dikenal sebagai makhluk diurnal atau aktif di siang hari, namun dalam penelitian nyamuk tersebut masih ditemukan menggigit manusia hingga pukul 21.00. Puncak keaktifan nyamuk penyebar virus DBD itu terjadi antara pukul 08.00-09.00 pagi dan 16.00-17.00.

Nyamuk tersebut juga memiliki daya jelajah lebih jauh. Jarak terbang di literatur antara 50-100 meter, namun penelitian di Singapura menunjukkan hingga 320 meter.

Ia tidak menampik bahwa perubahan ini kemungkinan disebabkan  terjadinya proses mutasi dan perubahan fisiologi karena terjadinya pemanasan global. Oleh karena itu,  pemerintah dan masyarakat perlu mengetahui bioekologi nyamuk tersebut agar pencegahan wabah bisa efektif. Fogging atau pengasapan bukan solusi penyelesaian, karena pemberian insektisida tersebut hanya berfungsi membunuh nyamuk dewasa. Siklus hidup nyamuk harus diputus sedini mungkin.

Nyamuk bertelur di permukaan air. Kalau seminggu bak mandi tidak dipakai misalnya, ada plak hitam di dindingnyaapabila dilihat dengan kaca pembesar sebenarnya deretan  telur.

Setelah 2-3 hari berikutnya, telur menetas menjadi larva. Telur yang tidak menetas karena kering bisa tetap bertahan hingga berbulan-bulan dan akan menetas begitu terkena air, menjadi jentik, hingga dewasa.

Nyamuk dewasa yang menyedot darah penderita DBD akan membawa virus, yang mengalami masa inkubasi antara 8-10 hari di dalam tubuh nyamuk. Jika nyamuk menggigit orang sehat, virus pun menular. Perilaku nyamuk di satu daerah mungkin juga berbeda dengan daerah lainnya. sayangnya, selama ini penelitian yang bersifat lokal masih sangat terbatas.

Memperhatikan hasil penelitian itu, maka sudah sewajarnya kita semakin mwaspada dcan cerdik menghadapi bahaya nyamuk. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan pun sudah mulai memasukkan persoalan DBD ke dalam Jaminan Kesehatan Sosial Daerah (Jamkesda), artinya sudah ada sistem tertentu untuk penanganan penyakit yang mempunyai intesitas korban lebih banyak korban jiwa dibanding HIV/AIDS ini.

Bahkan kini, di RT-RT wilayah seluruh wilayah kota Balikpapan, sudah ada petugas yang biasa mendatangi rumah-rumah warga. Petugas kesehatan dari kalangan ibu-ibu ini setiap saat mejagai pemilik rumah agar menguras bak mandi. Mereka mencatat secara rutin pembersihan bak mandi itu, dan paling lama seminggu sekali harus dikuras dan dibersihkan.

Perilaku sehat ini sebagai satu di antara sekian aktivitas manusia untuk memutus mata rantai siklus penyebaran nyamuk demam berdarah. Tentu kita harus semakin banyak teknik dan cara jitu agar, penularan DBD yang makin canggih dan hebat untuk 'membunuh' manusia.

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA