BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Tak Perlu Naik
Rabu, 30-04-2008 | 04:00:00
Revrison Bazwir
Pengamat Ekonomi

PEMERINTAH tidak perlu terpengaruh oleh kenaikan harga minyak di luar negeri, dengan lantas ikut menaikkan harga BBM di dalam negeri. Alasannya, antara subsidi BBM di dalam negeri dengan peningkatan pendapatan negara akibat harga minyak yang naik, masih seimbang.

Kenaikan BBM seharusnya tidak menjadi isu yang besar. Karena itu merupakan kebijakan pemerintah. Tetapi keputusan pemerintah menaikkan BBM, seharusnya sangat bergantung pada konteks yang dihadapi di dalam negeri.

Meski kita lebih mandiri, tetapi kondisi di masyarakat kita yang terjadi saat ini tidak demikian. Tak ada kenaikan saja sudah susah apalagi ada kenaikan BBM. Cepat atau lambat, kondisi perekonomian nasional dipastikan akan berpengaruh pada kondisi perekonomian di Kaltim secara riil.  

Misalnya bagaimana Pemerintah Pusat dengan mudahnya membatalkan UU 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah yang sebelumnya dianggap sebagai langkah revolusioner, diganti menjadi  UU 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah.

Alhasil, dengan pemberlakukan kebijakan fiskal, Kaltim yang dulunya bisa menikmati Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat, ke depan tidak akan mendapatkannya lagi. Kebijakan negara ini datangnya dari pusat dan akan berlaku secara nasional termasuk Kaltim. (sar)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA