BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

5 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Bhaswara Siap Bangun Pintu Air
Sabtu, 12-04-2008 | 04:00:00
PT Bhaswara Sinarmulia kontraktor yang mengerjakan pembangunan coastal road menyatakan, siap membangun pintu air di gorong-gorong agar air laut tidak masuk ke kebun warga di Kelurahan Sungai Paret.

"Kami akan membangun pintu air itu. Mudah-mudahan satu dua hari ini juga bisa kami laksanakan," ujar General Manager (GM) PT Bhaswara Sinarmulai M Yusuf, Jumat (11/4). Namun ia mengaku dalam perencanaan pembangunan coastal road hanya dibangun gorong-gorong namun tidak dilengkapi dengan pintu air.

Mengenai keinginan pemilik lahan yang akan meminta ganti rugi, Yusuf menyatakan pihaknya tidak bisa memberikan ganti rugi. Karena menurutnya, terendamnya kebun kelapa bukan karena pembangunan coastal road namun sudah terjadi sebelum adanya pembangunan jalan pesisir pantai itu.

"Kami datang di sini kondisinya sudah seperti itu. Kalau kami diminta bangunkan pintu air kami siap melakukan itu. Tapi kalau ganti rugi kami tidak bisa memenuhi permintaan warga," katanya. (mir)

Wajar Warga Tuntut Ganti Rugi

WAKIL Ketua Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Hasan Abdul Nasir meminta, agar pemkab serius menangani permasalahan yang dialami warga RT 1 - 6 Kelurahan Sungai Paret. Karena terendamnya kebun kelapa oleh air laut membuat warga terancam kehilangan mata pencaharian.

"Saya kira ini harus dicarikan solusi secepatnya. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut sehinggga masyarakat yang menjadi korban," ujarnya. Selain itu, pembangunan coastal road harus dievaluasi secepatnya agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

Namun evaluasi yang dilakukan lanjutnya, dengan melakukan pertemuan antara pemkab, Bappeda, kontraktor serta DPRD. "Kita bertemu dulu lalu kita bicarakan apa langkah selanjutnya. Dulu kita lakukan saat pembangunan RSUD yang sempat bermasalah. Setelah kita kumpul kan ada solusi yang diambil," kata politisi asal PKS ini.

Sementara mengenai tuntutan warga yang meminta ganti rugi, Hasan menilai hal yang wajar karena warga tidak memiliki lagi penghasilan dari kebun kelapa karena banyak yang mati. Namun untuk ganti rugi sebaiknya dibicarakan antara pemkab dengan kontraktor yang mengerjakan coastal road. "Kalau bisa dana untuk ganti rugi dibagi dua saja," ucapnya. (mir)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA