BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 08:16 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9250.00 9175.00
SGD 6807.30 6726.30
HKD 1187.00 1175.50
GBP 18386.30 18182.30
AUD 8903.35 8794.35
JPY 87.08 85.69
EUR 14548.54 14402.54
SAR 2475.60 2438.60
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
31°C
1010mb

13 km/h
Balikpapan:
30°C
1009mb

24 km/h
Samarinda:
30°C
1009mb

24 km/h
Empat Siswa Tidak Ikut UN
Kamis, 24-04-2008 | 05:20:12

PENAJAM, TRIBUN - Empat siswa yang berasal dari SMA, MAN dan MA di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak mengikuti Ujian Nasional (UN), yang digelar sejak, Selasa dan Rabu (22-23/4). Mereka masing-masing Susi Susanti dan Ari Wibowo dari SMA 4 Penajam, Agus Setiawan siswa MAN Babulu serta Dony Irawan dari MA Babulu.

Dengan ketidakhadiran mereka, maka dianggap mengundurkan diri dan tidak diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Dinas Pendidikan (Disdik) Drs Khaeruddin di ruang kerjanya, Rabu (23/4) siang. "Menurut daftar hadir yang diserahkan masing-masing sekolah, dari 948 siswa yang akan mengikuti UN hanya empat yang tidak hadir," ujarnya.

Keempat siswa itu lanjut Khaeruddin, merupakan siswa yang tidak lulus UN tahun lalu. Namun atas kebijakan Disdik akhirnya data mereka dimasukkan kembali sebagai peserta UN tahun ini. Ketidakhadiran mereka dalam ujian ini, maka dianggap mengundurkan diri dan tidak akan mengikuti ujian susulan.

"Yang jelas mereka kami anggap mengundurkan diri, karena tanpa pemberitahuan. Informasinya sih ada yang sudah menikah ada juga yang lebih memilih mengikuti ujian paket C," jelasnya.

Bahkan sebelum pelaksanaan UN, Khaeruddin mengaku sudah memerintahkan sekolah yang bersangkutan untuk mendekati orang tua termasuk siswa itu, untuk memberikan pengertian agar dapat mengikuti UN tahun ini.  Namun pada pelaksanaan UN kali ini keempat siswa itu tidak hadir.

Sementara pelaksanaan UN pada hari kedua menurut Khaeruddin tidak mengalami kendala. Apalagi aturan yang sudah ditetapkan dipatuhi seluruh siswa termasuk larangan untuk membawa handpone (HP) ke dalam ruangan kelas. Mengenai tidak adanya pejabat yang monitor pelaksanaan UN, Khaeruddin mengatakan tidak menjadi masalah. "Mungkin mereka tahu bahwa tidak diperbolehkan masuk ruangan kelas, makanya tidak ada yang datang untuk memantau UN," katanya.

Sekolah Siapkan Genset

DINAS Pendidikan (Disdik) Penajam Paser Utara (PPU) menginstruksikan 12 sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional (UN), menyiapkan genset untuk mengantisipasi bila PLN melakukan pemadaman listrik. Ini dilakukan agar pelaksanaan UN tetap berjalan sesuai rencana.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Umum Drs Khaeruddin, sebelum pelaksanaan UN sudah meminta kepada seluruh sekolah untuk menyiapkan genset. "Mereka siapkan sendiri genset. Kan ada mata pelajaran seperti Bahasa Inggris yang harus menggunakan listrik. Makanya kami minta agar sekolah menyiapkan genset dan itu mereka lakukan. Jadi ada 12 sekolah yang menyiapkan genset," ungkapnya.

Khaeruddin mengaku, pemadaman listrik yang dilakukan PLN sangat mengganggu konsentrasi siswa dalam persiapan UN terutama pada malam hari. Karena bila listrik padam maka siswa kesulitan untuk menguasai pelajaran yang akan diuji esok hari. "Yang jelas sangat mengganggu siswa," ucapnya.

Kepala SMA 2 Waru Ahmad Zarkasi mengaku, pada saat ujian Bahasa Inggris akan dimulai, listrik sempat padam sehingga harus menggunakan genset. Karena pada mata ujian ini harus menggunakan listrik untuk listening. Namun tak lama kemudian listrik kembali menyala. "Tapi pada soal ke-14 listrik kembali padam dan kami terpaksa menggunakan genset kembali," katanya. (mir)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA