|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 48 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Gabah Petani Dibeli Pedagang Banjarmasin Rp 2.400/Kg |
| Selasa, 15-04-2008 | 05:14:16 | |
|
PENAJAM, TRIBUN - Meski harga gabah kering giling di sejumlah daerah mengalami penurunan, namun tidak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Karena para pedagang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan membeli gabah petani Rp 2.400/kg. Harga ini lebih mahal Rp 200 dari yang ditawarkan Bulog Rp 2.200/kg. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian PPU Ahmad Usman, beberapa waktu lalu. Menurut Usman, para pedagang dari Banjarmasin langsung membeli gabah milik petani di empat kecamatan. Bahkan tiap hari puluhan ton gabah dikirim ke Banjarmasin. "Jadi petani kita ngga ada masalah dengan harga. Karena harganya lebih tinggi dibanding yang ditawarkan pemerintah," ujarnya. Usman mengaku setiap saat selalu melakukan pengawasan atau monitoring mengenai harga gabah di tingkat petani. Karena jangan sampai harga yang ditawarkan para pedagang jauh dari harga pasaran sehingga merugikan petani. Namun dari hasil monitoring diketahui gabah dibeli pedagang Banjarmasin dengan Rp 2.400/kg. Sementara itu, sampai saat ini sebagian petani sudah melakukan panen terutama di Kecamatan Babulu seperti Gunung Intan. Begitu juga di Kecamatan Penajam seperti di Sesumpi dan Penajam. Sedangkan Kecamatan Sepaku panen yang dilakukan para petani belum merata namun diperkirakan akhir April ini panen akan selesai dilakukan. Untuk tahun ini menurut Usman luas lahan persawahan yang ditanami padi mencapai 16.700 hektare. Dengan luas lahan seperti itu mampu memproduksi 79.000 ton gabah kering giling. "Untuk setiap ha mampu memproduksi 4,9 ton gabah kering giling," katanya. Jumlah ini akan semakin meningkat bila wilayah Sepaku, Waru dan Babulu sudah melaksanakan panen dua kali setahun. Karena sebagian lahan persawahan di daerah ini hanya bisa panen satu kali dalam setahun, karena masih mengandalkan air hujan. Namun diharapkan setelah dibangun pengairan diharapkan seluruh petani bisa panen dua kali setahun. Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan petani lanjut Usman, ke depan akan memberikan insentif langsung seperti pupuk. Selain itu, juga akan dilakukan penguatan modal untuk setiap kelompok tani. "Kita juga harapkan petani memelihara sapi sehingga akan menambah penghasilan mereka," katanya. (mir) |
|
|




























