BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Istri Shock
Senin, 05-05-2008 | 04:00:00
SHOCK. Begitulah kondisi Kasih,  istri Herry David (bukan Ferry David) satpam BNI yang menggondol Rp 477.150.000. Saat Tribun bertandang ke rumahnya, Minggu (4/5), perempuan itu terdiam menatap kosong. Beberapa saat kemudian, ia mempersilakan Tribun duduk di ruang tamu rumahnya di Gang Masjid Baiturahman, Kelurahan Kampung Baru Ilir Balikpapan. 
Kasih  yang namanya disamarkan ini mengetahui kabar suaminya membawa kabur uang milik Bank BNI Petung, Penajam Paser Utara dari tetangganya, Minggu (4/5) pukul 11.00.

Ibu satu anak ini terlihat gelisah. Suaminya tidak pulang pada Minggu sore."Suami saya memang dinas luar di Penajam dan Minggu sore biasanya sudah pulang," kata Kasih. Sebagaimana diberitakan Tribun (4/5), Herry menggondol uang setelah menyekap Dori, petugas pengisi  ATM di ruang brankas. Hingga Minggu (4/5), Herry masih dalam pengejaran polisi.

Herry David bekerja sebagai satpam koperasi karyawan di BNI. Sebagaimana  satpam BNI lainnya,  setiap tiga hari sekali ia berpindah-pindah cabang Bank BNI di Balikpapan  yaitu di Klandasan, Balikpapan Permai dan di Jalan Letjen Suprapto. Selama sebulan, setiap satpam BNI melaksanakan dinas luar kota satu minggu yakni di Penajam.

Kasih menuturkan,  suaminya berangkat kerja ke Penajam, Senin (28/4) pukul 06.00.  Pada Kamis  (1/5) ia menanyakan kabar apakah anaknya sudah  makan apa belum. Di rumah, kebiasaan Herry David di waktu luang adalah menonton televisi dan bermain bersama anaknya. Selain itu menurut tetangga karib Kasih, Herry David familiar dan suka bercanda.

Hampir setahun Herry David bekerja satpam BNI.  Ia tak pernah mempunyai persoalan dengan perusahaan. Rumah yang dihuni Hery dan keluarganya berkonstruksi  beton bercat biru. Ada sebuah sepeda motor  di ruang tamu. "Motor ini biasa dipakai untuk kerja di Klandasan," kata Kasih.

Kasih mengeluh, suaminya jarang libur dan tidak ada gaji kompensasi lembur.  Ia dan anaknya merasa kurang diperhatikan karena Herry David bekerja Sabtu-Minggu. "Saya pernah cek Sabtu- Minggu di Bank Klandasan dan Balikpapan Permai ternyata lagi kerja. Berarti suami saya jujur," kata Kasih sembari merebahkan tubuhnya berkali-kali di kursi tamu. Sambil memegang dan mengusap kepala, Kasih terus berdoa.

Saat ini, Kasih hanya pasrah kepada Tuhan dan menyerahkan semua urusan ke polisi. Kasih takut  bila kasus ini berlanjut dan Herry David tidak akan menyerahkan diri.  Ia khawatir Herry ditembak polisi. Berdasarkan pantauan Tribun, beberapa petugas intel polisi dan komandan satpam BNI menyambangi   rumah  Herry David untuk memintai keterangan.

Serahkan ke Polisi

Sementara itu, Kepala Cabang BNI Klandasan Movianto mengatakan, perbuatan  yang dilakukan satpam BNI harus diluruskan lebih dulu apa benar soal sakit hati semata atau ada motif lainnya. "Kami sudah menyerahkan masalah ini ke polisi. Seharian ini saya hanya sibuk mengurusi pertanyaan rekan wartawan saja. Jangan sampai statement saya justru mempersulit kita," ujar Movianto.

Ia tak menyangkal ada pertemuan yang membahas masalah tersebut di Kantor BNI 46, Minggu (4/2) siang. Namun apakah layak menjadi konsumsi publik atau tidak menurutnya lebih baik bertanya kepada polisi.

"Lebih baik tanya ke polisi saja. Jangan sampai ada di koran tentang strategi polisi dan strategi BNI. Nanti tumpang tindih. Saya takut malah memperuncing masalah," ungkapnya. Movianto mengatakan bukan tidak mau terbuka. "Kasihan dengan teman-teman saya yang lagi mengupayakan di lapangan," katanya. (sar/m20)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA