|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 hour, 56 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Perusda Terancam Kena Denda |
| Rabu, 16-04-2008 | 05:19:25 | |
|
PENAJAM, TRIBUN - Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka Divisi Kelistrikan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terancam dikenai denda (penalty) dari PLN. Pasalnya target untuk memenuhi kebutuhan listrik 1.000 kilo watt (KW) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Unit Petung tidak terpenuhi. Saat ini lima dari enam mesin diesel milik perusda mengalami kerusakan sejak tahun lalu sehingga hanya mampu memenuhi 350 KW. Kepala PLTD Unit Petung Toni AR menjelaskan, perusda dikenai denda karena dinilai tidak mematuhi kontrak kerjasama dengan PLN, di mana dalam kontrak itu harus menyediakan listrik 2.000 KW. "Biasanya kalau tidak sesuai dengan target dalam kontrak akan dikenai denda atau penalty," ujar Toni, Selasa (15/4). Menurut Toni, pada awal kontrak 2006 silam, perusda bersedia menyiapkan 2.000 KW, namun dalam perjalanan setahun berikutnya ternyata target itu tidak terpenuhi. Pada tahun berikutnya, PLN kembali menurunkan jumlah kw dalam kontrak menjadi 1.500. "Tapi sekarang hanya mampu 400 KW. Jadi target kembali tidak terpenuhi," ucapnya. Toni menyatakan, tidak terpenuhinya target perusda untuk mensuplai listrik kepada PLN, karena saat ini hanya satu mesin diesel yang beroperasi dari enam mesin yang pernah dioperasikan. Padahal untuk satu mesin memiliki kapasitas sekitar 400-500 KW. Manager PLN Unit Petung Budana mengaku kesepakatan untuk mensuplai listrik yang dilakukan perusda tidak tercapai. "Sekarang kalau nggak salah hanya 350 KW yang disuplai kepada PLN," ujar Budana. Pada awal kesepakatan lanjut Budana, perusda diminta untuk menyediakan listrik 2.000 KW kepada PLN. Namun dalam perjalanan kesepakatan itu kembali diturunkan menjadi 1.500 KW dan saat ini turun lagi menjadi 1.000 KW. "Sekarang pun tidak tercapai karena hanya satu mesin mereka yang normal. Sementara lima lain rusak," katanya. Mengenai denda yang akan dikenai kepada perusda karena tidak mencapai target, Budana menyatakan PLN akan melakukan itu. Namun ia tidak mengetahui berapa denda yang akan dikenai karena sudah menjadi kewenangan dari PLN Kaltim. "Istilahnya itu tidak penuhi target. Nilai denda itu ada perhitungannya dan saya tidak tahu persis berapa denda yang akan dikenai kepada perusda," ucapnya. Hingga berita ini ditulis, pihak perusda tidak bisa dihubungi. Enam Mesin PLN Masih Rusak ENAM mesin diesel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Petung, sampai saat ini belum bisa dioperasikan karena masih mengalami kerusakan yang cukup parah. Sementara untuk melayani pelanggan di daerah ini, PLN hanya mengoperasikan empat mesin diesel di luar satu mesin diesel milik Perusda Benuo Taka serta dua mesin yang disewa dari PT Sewatama. Kepala Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Unit Petung Toni AR menjelaskan, enam mesin yang mengalami kerusakan memiliki kapasitas 2.700 kilo watt (KW). "Sehingga kami terpaksa harus melakukan pemadaman secara bergiliran setiap hari," ujar Toni, Selasa (15/4) pagi. Lebih lanjut Toni menjelaskan, kerusakan pada enam mesin PLN terjadi karena sebagian sudah overhaul sehingga perlu dilakukan perbaikan secara keseluruhan. Sementara dua mesin masing-masing memiliki kapasitas 1.000 KW mengalami kerusakan pada bagian elektronik yang mengatur beban akibat terbakar beberapa hari lalu. Toni menjelaskan, bila sepuluh mesin PLN dapat dioperasikan maka kebutuhan listrik untuk seluruh wilayah di daerah ini tidak menjadi masalah. "Sekarang kan beban puncak 6.000 KW, sementara ini kita kehilangan 2.700 KW. Jadi hanya sekitar 3.300 KW saja yang ada saat ini untuk melayani pelanggan," katanya. Untuk melakukan perbaikan enam mesin yang rusak, Toni menyatakan perlu waktu yang cukup lama. Namun untuk mesin kapasitas 1.000 KW akan segera diupayakan agar dapat segera normal kembali. Pada awalnya sempat mencoba untuk mengoperasikan mesin itu dengan cara manual. Namun setelah dicoba ternyata usaha itu tidak berhasil. "Alatnya kami pesan dari Balikpapan. Mudah-mudahan dalam minggu ini mesin itu sudah bisa normal kembali," ucapnya. Untuk melakukan perbaikan mesin yang rusak, Toni mengaku mendatangkan satu orang teknisi dari Balikpapan dan bekerja sampai pukul 01.00. Selain mengupayakan perbaikan lanjutnya, juga akan meminta kepada PT Sewatama agar dapat mengoperasikan satu mesin sehingga ada tiga mesin yang beroperasi. "Meski dalam kontrak mereka hanya menyediakan 2.000 KW, tapi kami akan minta agar menambah satu mesin lagi untuk dioperasikan agar dapat mengurangi pemadaman. Karena kalau tiga mesin mereka beroperasi maka bisa mensuplai 3.000 KW kepada pelanggan. Dan ini cukup besar," ucapnya. (mir) |
|
|





























