| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Ribuan Ikan Kerapu Mati Keracunan |
| Sabtu, 10-05-2008 | 05:18:24 | |
|
PENAJAM, TRIBUN - Ribuan ikan kerapu milik petani keramba di Kelurahan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mati mendadak dan diduga karena keracunan. Racun yang dibawa salah satu kapal tug boat yang disewa PT Chevron Indonesia Company mencair saat hujan di dekat keramba milik nelayan di daerah itu. "Kita sudah tanya ABK tug boat itu sudah mengakui kalau mereka membawa bahan beracun berbahaya (B3) dan mencair saat hujan. Setelah mencair racun itu masuk di keramba nelayan dan meracuni ikan," ungkap Kepala Kantor Perikanan dan Kelautan PPU Ir Kaspar Panggabean, Jumat (9/5). Menurut Kaspar kematian ribuan ikan kerapu nelayan ini sudah berlangsung sejak pekan lalu. Menurut Kaspar, kematian ribuan ikan kerapu itu membuat petani keramba rugi puluhan juta rupiah. Para petani keramba sudah berusaha untuk menyelamatkan ikan namun tidak berhasil. "Jadi saat diberi makan satu per satu ikan itu mati setelah mencairnya racun itu," ucapnya. Sementara mengenai ganti rugi, Kaspar mengaku sudah memfasilitasi antara petani keramba dengan pihak Chevron. Namun sampai saat ini belum ada titik temu mengenai ganti rugi itu. Kaspar berharap agar perusahaan itu memberikan perhatian kepada petani keramba yang menjadi korban. Karena bila mereka tidak diberi ganti rugi maka tidak bisa melanjutkan usahanya. Sementara Policy Government and Public Affair Chevron, Suta Vijaya membantah bila pihaknya diminta untuk bertanggungjawab atas kematian ribuan ikan kerapu milik petani keramba di Kelurahan Penajam. "Tidak ada ganti rugi, karena kami tidak melakukan itu," ujar Suta. Menurut Suta, operasi yang dilakukan selama ini, tidak ada yang dirugikan sesuai dengan hasil laporan di lapangan. Saat ditanya mengenai pengakuan ABK, Suta balik pertanya. "Benar nggak itu ABK yang mengaku itu. Operasi kami selama ini sudah benar kok," tegas Suta. (mir) |
|
|




























