BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Satpam BNI Bawa Kabur Rp 477 Juta
Minggu, 04-05-2008 | 05:12:11

ImagePENAJAM, TRIBUN - Seorang petugas Satpam BNI Petung Ferry David membawa kabur uang Rp 477.150.000 yang rencananya akan dimasukan di mesin ATM, Sabtu (3/5). Sebelum membawa uang pecahan Rp 50.000 itu, David terlebih dahulu menyekap Dori, petugas pengisi ATM di ruang brangkas kantor tersebut. Saat ini tersangka masih dalam pengejaran Polres Penajam Paser Utara (PPU). Ia diduga melarikan diri ke Balikpapan.

Kejadian ini baru terbongkar sekitar pukul 18.00 setelah salah seorang satpam BNI, Rusli akan menggantikan tugas David. Dori disekap di ruang brangkas selama tujuh jam karena tersangka mulai melakukan penyekapan sejak pukul 11.00.

Menurut keterangan Dori di depan polisi, satu jam sebelum kejadian ia sedang menghitung uang yang akan dimasukan dalam mesin ATM. Uang itu dihitung di ruangan teller tak jauh dari ruang brangkas.

Namun tak lama kemudian, Ferri David langsung mendekati dirinya dan menodongkan sangkur yang selalu dibawa saat bertugas.

"Setelah itu, ia memaksa masuk ruang brangkas sambil memborgol kedua tangan saya dari belakang. Sementara kaki saya sebelah kanan diborgol bersama dengan pintu besi ruang tersebut. Mulut saya juga ditutup pakai lakban," tutur Dori.

Setelah Dori dimasukan di ruang brangkas tersangka lalu mengunci pintu tersebut. Kendati berada di ruang brangkas namun Dori mendengar tersangka beberapa kali membuka pintu masuk kantor tersebut.

Rusli mengaku  tidak mengetahui bila teman kerjanya itu membawa kabur uang ratusan juta. Pada pukul 17.30 ia datang ke kantor tersebut untuk menggantikan tugas tersangka. Setibanya di kantor BNI ia lalu mengedor pintu namun tidak ada jawaban.

Karena tidak mendapat jawaban, Rusli lalu menuju rumah Nyoman sopir BNI untuk menanyakan keberadaan Ferry David. "Tapi Nyoman juga tidak tahu di mana David berada," katanya. Mendengar jawaban dari Nyoman, Rusli kembali menuju kantor BNI untuk mengecek ulang.

Setelah memeriksa pintu masuk ternyata tidak terkunci dan melihat lampu serta AC masih menyala. Rusli sudah mendengar suara dari ruang brangkas saat berada di ruang teller. Namun karena terkunci akhirnya menghubungi salah satu staf BNI untuk meminta izin agar pintunya dibongkar.

"Tapi katanya jangan dibongkar karena masih ada kunci cadangannya. Setelah saya cari-cari akhirnya ketemu dan membuka ruang itu. Betul saja ternyata Dori di dalam dengan tangan diborgol serta mulut ditutup," ungkapnya.

Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Heri Sasongko didampingi Kanit Reskrim Ipda Suwiji menyatakan, masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Kami juga sudah mendatangi rumah pelaku di Balikpapan namun hanya istrinya kami temui. Tapi dia belum ada. Pokoknya masih melakukan pengejaran karena kami yakin masih berada di Balikpapan," kata Suwiji.

Tinggalkan Surat ke Pimpinan

FERRY David ternyata meninggalkan surat yang berisi kekecewaan kepada pimpinan.

"Assalamu alaikum wr wb. Dengan surat ini saya Ferry David akan memberitahukan rasa kecewa saya dengan kepemimpinan bapak di Cabang Pandansari. Seharusnya bapak mengerti keadaan ekonomi kebutuhan dapur kami. Sungguh aneh bagi perusahaan BUMN tidak memberikan kompensasi dinas luar kota bagi kami yang hanya pegawai koperasi".

Demikian sebagian petikan isi surat kekecawaan yang ditulis tersangka Ferry David. Surat yang ditujukan kepada Mavianto ditulis di atas kertas bergaris dua halaman. Surat itu ditemukan di atas meja teller dan disimpan Ferry David setelah membawa kabur uang Rp 477.150.000.

Menurut keterangan Dori, saat disekap tersangka hanya mengatakan bahwa ia tidak ingin mengambil uangnya namun hanya kecewa dengan pimpinan BNI. "Dia bilang saya tidak akan ambil uangmu. Saya kecewa dengan pimpinan," kata Dori di depan polisi.

Sementara Mavianto yang langsung datang ke tempat kejadian, belum ingin banyak  memberikan keterangan . Namun ia mengaku bahwa Ferry David hanya diperbantukan di BNI Petung karena selama ini bertugsa di BNI Cabang Pandansari. "Ferry itu sudah menjadi satpam sejak setahun ini," kata Mavianto.

Sedangkan Dori yang sempat disekap tersangka, masih terlihat shock. Bahkan wajahnya masih terlihat pucak. Saat pimpinan BNI dari Balikpapan tiba, Dori langsung tertunduk. "Pak uangnya hilang," kata Dori. Namun pimpinan BNI termasuk Mavianto meminta agar Dori tidak memikirkan uang yang dibawa kabur Ferry David. "Nggak usah dipikirkan yang penting kamu selamat," kata Mavianto sambil memeluk Dori yang duduk di ruang dapur.

Kejadian ini juga menyedot perhatian ratusan warga Petung termasuk warga yang sedang melintas. Warga berbondong-bondong untuk mendatangi tempat kejadian meski polisi sudah memberikan police line. (mir)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA