|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 47 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Merasa Miskin di Rumah Jabatan |
| Sabtu, 03-05-2008 | 04:00:00 | |
|
MENJADI seorang pejabat dan tinggal di rumah mewah rupanya tak menjadikan orang bisa hidup berkecukupan dan hidup seenaknya. Hal itu dialami Walikota Samarinda yang saat ini tercatat calon gubernur Kaltim H Achmad Amins. Kendati tinggal di rumah jabatan, namun dirinya merasa seperti orang yang miskin se dunia.
Perasaan miskin itu dialaminya, karena tinggal di rumah orang nomor satu di Samarinda itu harus mengikuti peraturan. Terlebih peraturan ketat yang diterapkan sang isteri tercintanya Hj Aminah Amins. "Nang kayak orang miskin tu pang (seperti orang miskin pokoknya, red)," ujar Amins belum lama ini. Kendati semua keinginan akan terpenuhi, namun menurut cagub yang diusung koalisi enam partai politik ini semua harus ada prosedurnya untuk mendapatkannya. "Mau makan kita harus ini dan itu, mau ke sana dan kemari harus mengikuti tata aturannya. Saya ini kan biasa hidup seadanya, sehingga kalau sudah banyak aturannya, seperti orang miskin tu pang namanya, karena sama saja tak bisa memiliki yang kita inginkan kendati yang kita inginkan itu ada," tuturnya. Meski demikian, Amins tetap bersyukur kepada Allah SWT, karena di rumah jabatan itu, dirinya lebih bisa hidup teratur. "Yah, kita syukuri yang ada. Mudah-mudahan nanti kalau benar terpilih jadi Gubernur, semuanya berjalan dengan lancer," terangnya. Menurut Hj Aminah Amins, di rumah jabatan dirinya sebagai ibu rumah tangga memang menerapkan hidup teratur, sehingga keluarganya terjamin dapat hidup berkelayakan. "Itu kan rumah dinas jadi tidak sembarangan menggunakannya, atau seenaknya saja. Semua pasti ada aturannya, dan saya secara pribadi juga senang dengan hidup teratur," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda ini. (m khaidir)
|
|
|




























