You have to login before you can shout!
"Setiap ada kesempatan seorang tokoh datang ke Balikpapan kami meminta untuk datang ke studio guna melakukan dialog interaktif dengan masyarakat. Biasanya kalau tokoh-tokoh yang kami butuhkan tak ada, kami membacakan informasi dan meminta warga terlibat berdiskusi dengan kami," ujarnya.
Empat kandidat cagub dan cawagub Kaltim tak semuanya dikenal masyarakat. Pendengar radio yang berada pada gelombang 170.1 FM ini kebanyakan merupakan pedagang di pasar maupun komunitas-komunitas etnis yang ada di Balikpapan. Radio komunitas yang didirikan sejak awal 2008 ini menyasar masyarakat dari berbagai etnis. "Kebanyakan pendengar kita masyarakat awam. Mereka tidak begitu paham tentang politik karena lebih disibukkan pekerjaan. Agar mereka tak sekadar mendengarkan musik kami jejali juga dengan informasi politik serta tokoh yang bertarung dalam pilgub nanti. Ini supaya mereka tidak asal memilih, tidak sembrono menyuarakan haknya," tuturnya.
Materi siaran yang ditampilkan tentang budaya-budaya di seluruh Indonesia, musik etnis dan dangdut, dialog interaktif dan seputar informasi yang diturunkan media cetak. "Kami bacakan berita-berita hangat, masalah publik service, lingkungan, kebersihan, dan sebagainya, " ucapnya. (lia)
Created by IT Tribun Kaltim
Powered by JOOMLA