| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 5 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Ayat Ayat Fitna |
| Jumat, 04-04-2008 | 05:19:24 | |
|
SELAMAT hari Jumat. Semoga seluruh pembaca Tribun Kaltim mampu meningkatkan kedekatan dengan Allah (takwa) di hari Jumat yang mulia ini. Bila kita menjadi insan yang muttaqin, maka insya Allah, sikap kita pun akan terimbas, berupa sikap hidup yang penuh dengan hal yang baik-baik. Pembaca. Jika kita ingin melakukan sesuatu, maka carilah jalan. Dan, jika kita tidak ingin melakukan sesuatu, carilah dalih. Malakukan sesuatu di luar jalan yang benar hanya akan membikin kita tersesat. Tidak melakukan sesuatu tapi tidak dengan berasaskan dalih, itu hanya akan melahirkan fitnah. Dalam konteks kehidupan antarumat beragama, kita semua sudah memiliki jalan masing-masing. Di negeri ini misalnya, setidaknya ada lima jalan yang terbentang, dimana para pemeluknya saling berseliweran. Kita selalu berharap, kiranya tidak ada persinggungan apalagi tabrakan antar pemeluk agama. Bagi umat Islam, jalan itu disebut “shirot.” Yaitu jalan lurus menuju Allah. Juga sudah jelas bagi umat muslim, bahwa dalam konteks hidup bersama umat agama lain, dikehendaki untuk selalu menggunakan jalan damai, bersedia hidup berdampingan, jalan toleransi. “Lakum dinukum wa liyad din”. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. (QS 109:6). Pembaca Tribun yang saya hormati. Satu bulan terakhir ini, terutama dalam satu pekan terakhir, ada dua situs di internet yang paling banyak diburu dan dikunjungi oleh komunitas pecinta dunia maya di Indonesia. Dua situs itu adalah, apasaja yang mengabarkan tentang film Ayat Ayat Cinta (produk Indonesia) dan apa saja yang memuat berita dan film Fitna (produk Belanda). Adalah orang Belanda, Geert Wilders, anggota tweede kamer atau parlemen Belanda dari Partai untuk Kemerdekaan (Partij voor de Vrijheid), yang meluncurkan film pendek yang sudah sejak lama menjadi kontroversi, baik di Belanda sendiri dan Eropa, yakni dokumenter berdurasi lima belas menit dengan judul Fitna (secara harafiah artinya chaos atau kekacauan). Film ini secara terus terang menunjukkan kebencian pada Islam yang menurut Wilders dianggap sebagai agama kekerasan. Selama ini, Wilders memang dikenal sering melontarkan komentar-komentar yang sengit sekali terhadap Islam. Ia, antara lain, mengatakan bahwa umat Islam, kalau mau tetap tinggal di Belanda, harus merobek separoh Al Quran. Menurutnya, separoh al Quran mengandung ajaran kekerasan yang berbahaya bagi masyarakat modern. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar Al Quran dilarang di Belanda karena mengajarkan kebencian kepada kelompok lain. Ayat Ayat Fitna yang selalu dipakai Wilders, sebagai dalih untuk menebar kebencian terhadap umat Islam, misalnya QS 3:54, QS 4 ayat 89 dan 56, QS 8:6, dan Quran Surah 42 ayat 4. Tapi, Wilders paling sering menggunakan ayat nomor 29 dalam Surah at-Taubah Ayat ini memang jelas berisi perintah untuk memerangi orang-orang yang tidak beriman. Terkait hadits Nabi Muhammad SAW, paling senang Wilders menebarkan kebencian kepada umat Islam atas dasar hadits yang sangat terkenal, umirtu an uqatilan nasa hatta yaqulu la ilaha illallah (aku -- masukdunya Nabi-- diperintahkan untuk memerangi “manusia” hingga mereka mengucapkan dua kalimat syahadat). Namun, Wilders sesungguhnya lupa, bahwa setiap umat beragama memiliki community of interpreters atau masyarakat penasfir. Masyarakat yang memberikan arahan kepada umat untuk memahami ayat-ayat dalam kitab suci dengan perspektif kontekstual, dan bukan sekadar dalam perapektif tekstual. Masyarakat penafsir ini mengembangkan metode penafsiran yang canggih dan rumit untuk memahami ayat-ayat dalam Kitab Suci. Dengan bergitu, terhadap ayat-ayat yang mengarah kepada kekerasan dan kebencian kepada kelompok lain, bukan berarti bahwa ayat-ayat itu langsung ditelan mentah-mentah oleh pemeluk agama bersangkutan. Apa yang terdapat dalam QS 9:29 di atas misalnya, tidak serta-merta membuat umat Islam kalap, lalu membunuhi umat yang digolongkan umat Islam sebagai orang-orang yang tidak beriman, di manapun mereka berada. Kesalahan fatal Wilders adalah menganggap bahwa ayat-ayat kekerasan dalam Al Quran itu, dipahami secara harafiah oleh seluruh umat Islam. Di mata dia, ayat itu akan membuat umat Islam di seluruh dunia menjadi orang-orang fasis dan totaliter yang ingin menundukkan dunia kepada iman Islam. Maka, Wilders memang tergolong kaum fundamentalis di tubuh Nasrani. Wilders berada di kapal yang sama dengan kaum fundamentalis agama-agama lain di dunia termasuk kelompok garis keras dalam tubuh Islam. Mereka sama-sama memandang ayat-ayat kitab suci sebagai licence to kill, lisensi untuk membunuh orang-orang yang berbeda iman Film Fitna memang menyadarkan kita tentang patos modern, tentang penyakit dalam masyarakat saat ini, yakni, tentang adanya dua corak fundamentalisme. Satu berada di sebelah kanan dan satunya di kiri. Dalam titik ekstrem, keduanya sama-sama menyebarkan kebencian. Pembaca yang saya hormati. Silakan menikmati sajian berita-berita di Tribun Kaltim. Mohon kiranya jangan menyebarkan kebencian di muka bumi ini. Peganglah ajaran Nabi Muhammad SAW, yang menekankan agar kita semua tidak membenci agama dan penganut agama lain. Surah an-Nahl ayat 125 (QS 16:125) menyebutkan, Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Salam.
|
|
|





























