BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

8 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Ayat-ayat Cinta
Jumat, 07-03-2008 | 05:22:25

SELAMAT hari Jumat. Semoga di hari yang penuh berkah dan rahmat ini, seluruh pembaca Tribun mempu menebarkan cinta kasih dan sayang seperti yang diajarkan Allah kepada kita serta yang telah diteladani oleh Nabi kita, Muhammad SAW, dalam hal cinta. Kamarin, saya tertahan pergi ke kantor, gara-gara istri saya. Saat menstarter mobil, tiba-tiba istriku menahan saya untuk melaju. “Tolong Pa, antarkan saya ke Mal Pondok Indah,” katanya.

Ketika saya bertanya maksud dan tujuannya. Istri saya lalu menjelaskan. Baru saja temannya menelepon. Dia bersama enam ibu-ibu kelompok pengajian mengajak istri saya pergi menonton di gedung bioskop twenty one (21) di Mal Pondok Indah, Jakarta. Istri saya juga anggota kelompok pengajian tersebut. Film yang akan mereka tonton adalah Ayat-ayat Cinta.

Janji semula, mereka –yang seluruhnya adalah tetangga rumah— akan berkumpul di rumah sejam kemudian, sejak istri saya menyampaikan maksud mereka. Tapi berhubung separuh dari mereka sudah nenek-nenek, akhirnya rombongan baru bisa ngumpul semua dua jam kemudian. Saya pun berangkat mengantar mereka menonton film.

Di dalam mobil saya membuka dialiog. Ternyata kepergian ibu-ibu ini nonton Ayat-ayat Cinta, yang disutradarai Hanung Bramantyo, karena hal itu merupakan “Pe-er” yang diberikan oleh ustadz (guru) ngaji mereka. Jumat ini, hasil nonton film tersebut akan menjadi bahan diskusi dalam pengajian.

Ketika saya men-drop mereka di pintu masuk mal, ternyata banyak juga ibu-ibu dari rombongan kelompok pengajian lain, semuanya berbusana muslimah yang juga berniat sama, nonton film Ayat-ayat Cinta.

Jakarta --dan saya yakin di kota-kota besar lainnya di Indonesia-- memang lagi demam film Ayat-ayat Cinta, yang ceritanya diambil dari buku novel dengan judul yang sama, karangan Habiburrahman El Shirazy, anak muda asal Semarang, jebolan pesantren dan  University of Al Azhar, Mesir.

Di Samarinda, setiap jam pemutaran selalu dijali penonton. Tiket sold out bahkan beberapa jam sebelum pertunjukan. Jangan harap bisa datang dan langsung membeli tiket untuk pertunjukan saat itu juga. Untuk pertunjukan malam hari, tiket telah dijual dan kerap habis pada siang atau sore. Pada kenyataannya, baik bovel maupun film Ayat-ayat Cinta memang luar biasa. Karena keduanya sama-sama menjadi best seler.

Malam hari, dalam kesempatan makan malam bersama, ketika saya tanyakan istri saya tentang film yang baru ditontonnya, dia berkomentar; luar biasa, bagus sekali, ternyata Hanung Bramantyo (sutradara) berhasil mengangkat cerita tentang Islam dari sisi lain, sisi menarik, beda dari film-film Islam bikinan kita sebelumnya. "Film ini harus ditonton. Pokoknya, banjir air mata," kata istri saya berpromosi. Kemudian dia menyampaikan pendapatnya tentang visi dan pesan yang hendak disampaikan sang sutradara.

Pembaca yang saya hormati. Film Ayat-ayat Cinta sesungguhnya berbicara mengenai apa yang harus disempurnakan oleh seorang lelaki kepada wanita yang ia cinta. Juga apa yang harus dipenuhi seorang wanita terhadap lelaki yang dia cintai. Ia menjadi menarik karena ada bumbu benturan-benturan tata nilai, antara Islam di satu

sisi ---dalam keterwakilan tata nilai yang diyakini tokoh pemeran utamanya, Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) sebagai mahasiswa Indonesia di Kairo— dan tata nilai yang diusung mayarakat lain dengan background budaya bangsa lain, dan agama lain yang bukan Islam, lewat tokoh yang diperankan oleh  Rianti Cartwright sebagai Aisha, Zaskia Adya Mecca sebagai Noura, dan Melanie Putria sebagai Nurul.

Lebih dari itu, pesan film ini adalah tentang bagaimana kita menerjemahkan cinta dan kasih sayang yang diajarkan agama Islam lewat Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad, ke dalam kehidupan sehari-hari.

Basisnya adalah surah Ar Rum. “… dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta kasih dan sayang (mawaddah wa rohmah). Yang demikian itu sebagai tanda-tanda bagi mereka yang berfikir.” (QS 30;21).

Dan, ayat-ayat Al Quran tentang cinta antara pria dan wanita, sangatlah banyak. Dalam surah Al Maidah saja kata-kata cinta kasih dan sayang yang merujuk pada hubungan pria-wanita, suami-istrri, diulang-ulang dalam sembilan ayat di surah itu. Juga bisa kita temukan di surah lain seperti surah An Nisa, Maryam, dan lainnya lagi.

Maka, sesungguhnya tidaklah cukup hanya dengan beretorika bahwa kita mencintai sesorang (lawan jenis tentunya), sampai maut memisahkan. Cinta tidak boleh mati. Dan, kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat dengan kekasih kita.

Sebagaimana Rasul mencintai Khadijah, istri yang telah menemani beliau selama 25 tahun. Kepada Khadijah, beliau terus menerus mencintai dan mengingatnya. Setelah kematian Khadijah beberapa tahun berselang, Rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan teman Khadijah beliau utamakan, yang terkadang membuat Aisyah cemburu.

Pembaca Tribun Kaltim yang saya muliakan. Silakan menikmati sajian berita-berita kami edisi hari Jumat ini. Semoga seluruh pembaca Tribun selalu dalam nyala cinta yang tak pernah padam terhadap pasangan masing-masing. Seperti yang diteladani oleh nabi kita, Muhammas SAW.

Dan, sesungguhnya cinta bermakna universal. Ia adalah anugerah ilahi, yang perlu komitmen untuk menjaganya bersama pasangan kita, dengan semangat lillahi ta'ala. Bila kita mampu melaksanakannya, maka insya Allah, cinta kita akan terwujud dalam spektrum

mawaddah wa rahmah, seperti disebut dalam ayat suci. Amien.

Salam.

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA