| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 5 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Hidup Bersih |
| Jumat, 18-04-2008 | 05:13:32 | |
|
SELAMAT hari Jumat. Pembaca Tribun yang saya hormati, mohon biasakan membersihkan tubuh kita di setiap hari Jumat. Kemudian berbusanalah dengan pakaian yang bersih pula. Bila mungkin, pilihlah pakaian warna putih, lalu jangan lupa gunakan wewangian. Karena, ini adalah sunah Nabi Muhammad SAW. Saya punya kebiasaan mandi besar seperti mandi janabah sebelum pergi ke masjid untuk sholat Jumat. Kebiasaan ini saya lakukan sejak saya hidup di pesantren, pada usia belasan tahun. Dan, kebiasaan ini kemudian telah menjadi gaya hidup saya sampai sekarang. Abu Hurairoh ra menyatakan, Muhammad Rosulullah SAW bersabda: “Barang siapa mandi seperti janabah pada hari Jumat, kemudian ia pergi ke masjid pada kesempatan pertama, maka pahalanya seperti pahala berkurban dengan seekor unta.” “Siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan kedua, maka pahalanya seperti berkurban seekor sapi. Siapa yang pergi ke masjid pada kesempatan ketiga, memperoleh pahala seperti berkurban seekor kambing. Dan barangsiapa yang pergi ke masjid pada kesempatan keempat, maka berpahala seperti berkurban seekor ayam. Sedangkan yang datang ke masjid pada kesempatan kelima, mendapatkan pahala seperti berkurban dengan sebutir telur.” “Maka, apabila khotib telah naik mimbar, para malaikat turut mendengarkan khutbah (tidak lagi mencatat pahala jamaah yang datang saat itu).” Hadits diriwayatkan oleh Muslim. Agama Islam memang sangat mengajarkan kita untuk hidup bersih. Bersih jasmani, bersih rohani, bersih tingkah laku, bersih ucapan, bersih fikiran, bersih hati, bersih dalam mencari makan, bersih dalam keimanan kepada Allah, dan seterusnya. Pembaca yang saya hormati. Kamis sore kemarin, saya kedatangan tamu dari Bontang, Bapak Sumijan, di kantor saya. Beliau datang bersama Bapak Haji Hamsyah MD, seorang tokoh masyarakat Bontang. Kedua beliau tersebut menyempatkan diri bersilaturahmi dengan saya, dalam kesempatannya untuk berjumpa dengan Ketua KPK menyangkut perjuangannya melakukan judicial review atas UU 32/2004, khusus pasal 36 ayat 1,2, dan 3 tentang pemerintahan daerah, khususnya menyangkut pasal izin presiden terhadap pejabat daerah yang melakukan tindak pidana. Sebagai tuan rumah, meskipun penyambutan itu hanya di ruang kerja saya di Palmerah, Jakarta, saya terima Bapak Sumijan dan Haji Hamsyah dengan baik, dengan tangan terbuka, dan saya hormati beliau sebagai tamu saya. Kami berbincang tentang banyak hal, utamanya yang menyangkut masalah-masalah besar yang terjadi di Kalimantan Timur, seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, kesewenang-wenangan, dan lainnya. Saya juga mendengarkan visi beliau tentang bagaimana membangun Kaltim menurut versi Sumijan. Saya menghargai perjuangan-perjuangannya, yang beliau klaim sebagai untuk membela kebenaran, untuk mengajak orang lain hidup yang bersih, untuk membela rakyat kecil, untuk memajukan Bontang, untuk memajukan Kaltim. Banyak tipe manusia seperti Bapak Sumijan di negeri ini, yang berjuang demi kebenaran demi rakyat kecil. Saya bahkan mengenal secara dekat dengan beberapa aktivis tipe Sumijan. Tapi, Sumijan memang memiliki kekhasan tersendiri. Ia tidak saja memiliki nyali dan keberanian, tapi juga memiliki visi ilahiyahnya. Inilah yang saya resepek dari dia “Pak Uki, saya ini santri juga, lho. Saya pernah nyantri di Solo dan Kediri. Di NU saya pernah jadi pengurus, di Muhammadiyah juga saya pernah jadi pengurus,” kata Sumijan sambil mengutip beberapa ayat Al Quran untuk memperkuat argumentasinya menyangkut langkah-langkah dan perjuangannya. “Saya kan penggemar tulisan Pak Uki di rubrik Selamat Pagi,” akunya. Kita tidak memungkiri bahwa gerakan yang dijalankan aktivis seperti Sumijan, pastilah akan mengancam atau setidaknya melukai pihak-pihak lain yang tidak sejalan dengan perjuangannya. Tapi jujur dari lubuk hati yang dalam, saya berpendapat bahwa kita butuh orang seperti Sumijan yang gigih melakukan sesuatu yang nyata dengan dalih menegakkan kebenaran. Allah menyerukan kepada kita dalam surah Ali Imron (3:104), “waltukun minkum ummatun yad’u ilal khoiri…” Hendaknya ada diantara kamu, satu kelompok yang menyerukan masyarakat kepada kebaikan…” Namun tentunya, kita lebih berharap kiranya perjuangan di jalan Tuhan tersebut dilaksanakan dan dijalankan dengan hikmah dan hasanah. Seperti diingatkan Allah kepada kita dalam surah An Nahl (16:125), “Serulah jalan kebaikan menuju Alloh menuju Robb-mu dengan cara-cara yang penuh hikmah dan pendekatan yang baik.” Pembaca Tribun Kaltim yang saya muliakan. Silakan meneruskan bacaan berita-berita sajian kami, semoga seluruh pembaca mendapatkan berbagai manfaat dari kecintaan dan kebiasaan membaca. Dan, mohon jangan lupa untuk selalu berusaha hidup bersih dalam segala hal. Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita semua untuk melaksanakan hidup bersih. Subhanallah. Salam. (*) |
|
|





























