|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 2 hours, 4 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Matahati |
| Jumat, 22-02-2008 | 04:00:00 | |
|
SELAMAT hari Jumat. Saya berdoa semoga seluruh pembaca Tribun Kaltim, mendapat hidayah, taufik dan rahmat dari Allah di hari Jumat yang baik ini. Utamanya mendapat hidayah Ilahi berupa hati yang jernih. Hati yang terbebas dari rasa dengki dan iri. Karena, hanya dengan hati yang bersihlah kita bisa mendekat kepada Tuhan Yang Maha Suci. Subhanolloh.
Hati yang suci akan mengasah dan mendewasakan matahati kita. Matahati adalah organ tubuh kita yang abstrak. Namun ia menjadi indikator utama dari jati diri. Dan, sesungguhnya hanya dengan matahatilah kita bisa melihat segala sesuatu itu dari perspektif yang benar. Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Jika benda ini baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Namun apabila benda itu rusak, maka seluruh tubuhnya akan menjadi rusak. Ketahuilah, benda itu adalah hati.” (hadis dituturkan oleh Ni’mah bin Basyir ra, diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim). Pembaca yang saya hormati. Rabu tanggal 20 Februari siang kemarin, saya melakukan perjalanan Jakarta-Balikpapan. Seperti biasa, saya selalu berusaha tiba di bandara satu jam sebelum boarding. Dua hal yang ingin saya nikmati, pertama, biar hati ini tenang tidak deg-degan tertinggal pesawat. Kedua, agar saya masih punya waktu luang untuk menikmatisecangkir kopi panas sambil merokok di ruang lounge, sebelum naik pesawat. Kemarin, ketika saya duduk di ruang sebuah lounge Bandara Soekarno Hatta, di sebelah kursi saya, duduk tiga wanita muda, usianya sekitar 30-an tahun. Mereka adalah karyawati sebuah perusahaan ternama yang hendak bepergian ke Batam, urusan dinas. Tadinya, saya tidak mempedulikan kehadiran mereka. Namun, sayup-sayup saya mendengar gunjingan mereka. Salah seorang dari mereka yang terlihat sangat vokal, menyatakan ketidaksukaannya terhadap salah seorang teman sejawatnya. Sambil pura-pura membaca majalah, saya asyik nguping gunjingan mereka. Inti ceritanya menyangkut seseorang yang pernah mereka tolong. Sebut saja ia bernama Dewi. Dulu, Dewi sempat lontang-lantung sampai akhirnya mereka tolong, dan bergabung dengan tempat mereka bekerja. Namun, saat ini Dewi mendapat posisi, jabatan, pendapatan dan fasilitas yang lebih baik dibanding wanita yang menolongnya. “Seandainya dia dulu tidak saya tolong, tidak mungkin dia bisa sesukses seperti sekarang ini. Dasar, tidak tahu terima kasih dia.” Nadanya sebal. Begitulah kira-kira kalimat yang dilontarkan oleh wanita penggunjing itu. Saya mengucap istighfar mendengar nada iri dan dengkinya. Dari kalimat tersebut saya bisa menyimpulkan, inilah fenomena umum yang banyak terjadi di negeri ini. Dan, biasanya sang pengiri akan berusaha menebarkan kedengkian dan keiriannya itu kemana-mana. Pembaca yang budiman. Mengungkit-ungkit jasa baik adalah suatu sikap yang tidak baik. Menggunjingkannya, adalah suatu dosa yang lain lagi. Apalagi berusaha mengajak orang lain memusuhi orang tertentu, itu juga terhitung dosa. Itulah yang dimaksud dengan iri dan dengki hati. Sesungguhnya dua sifat inilah yang menggerogoti kebajikan dan mencederai iman kita. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dalam jiwa hamba Allah tidak akan berkumpul iman dan iri hati serta dengki.” (HR Baihaqi). Pembaca, silakan menikmati berita-berita yang tersaji di 32 halaman Tribun Kaltim, edisi hari ini. Memang, pastilah tidak seluruh isi berita yang kami sajikan, cocok dan sesuai dengan selera seluruh pembaca. Tapi dilihat dari semangatnya, sesungguhnya kami selalu bekerja keras agar sajian-sajian kami memberi menfaat sebesar-besarnya bagi pembaca. Mohon jangan lupa untuk selalu mengasah hati kita setiap hari dengan niat menyingkirkan rasa iri dan dengki. Dengan demikian akan terasah pula matahati kita. Matahati yang baik akan melahirkan perilaku kita yang baik pula. Perilaku yang baik menunjukkan pikiranyang baik. Saya punya sahabat yang selalu mengingatkan; jagalah hati, berpedomanlah pada katahati, asahlah matahati, selalu waspada dan hati-hati. Salam. |
|
|


























