BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Mulut Dikunci
Senin, 14-04-2008 | 05:13:21

SELAMAT hari Senin. Kami berharap kiranya seluruh pembaca Tribun Kaltim menemukan semangat untuk bekerja keras di awal pekan ini. Karena bekerja keras tentu kauh lebih baik dibanding hanya banyak bicara. Dan memang, dalam hidup ini ada saatnya kita berbicara tapi ada saatnya pula kita untuk tutup mulut.

Hari Minggu kemarin saya melewati rumah almarhum Chrisye di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Rumah musisi terkenal ini memang dekat dengan rumah saya di Jakarta, sekitar setengah kilometer. Saya jadi ingat bahwa ia sudah meninggalkan kita semua setahun yang lalu, tepatnya akhir Maret 2007.

Sambil menyetir mobil saya pun mencari inspirasi, apa yang bisa saya tulis untuk mengenang setahun meninggalnya Chrisye. Sesampainya di rumah, saya membuka catatan lama dan mencari buku yang berkaitan dengan Chrisye. Dan, sebuah buku, saya temukan berupa memoar Chrisye yang ditulis oleh Alberthiene Heñida dengan judul Chrisye, Sebuah Memoar Musical.

Dalam memoarnya itu, ada kisah yang menarik yang berkaitan dengan perasaan batin Chrisye di seputar lahirnya lagu religi berjudul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.” Lagu ini digubah oleh Chrisye, sedangkan liriknya dibuat oleh Taufiq Ismail.

Berikut ini pengakuan Chrisye dalam memoar tersebut: "Ini adalah satu-satunya lirik dahsyat

sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu.

Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan. Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, airmata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti (isteri Chrisye) sampai syok. Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya

manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Di ruang studio, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam lagu ini. Gagal, dan gagal lagi.

Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir

saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri! Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu.

Saya tambah senewen karena jadwal keberangkatan saya ke Australia tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi.

Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu --begitulah Chrisye menuturkan dalam buku memoarnya-- itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan.

Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi."

Taufiq Ismail sendiri menulis lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata karena diilhami oleh Surah

Yasin ayat 65. Ayat tersebut berbunyi: Alyauma nakhtimu'alaa afwahihim, wa  tukallimunaaidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun.

Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.”

Pembaca yang saya hormati. Proses psikiologis yang terjadi pada diri Chrisye ketika dia menyanyikan lagu itu, sesungguhnya menunjukkan sikap takwanya terhadap Tuhan. Dalam bahasa Al Quran disebut dengan istilah fajilat qulubuhum dan bergetarlah jiwanya manakala ayat-ayat Al Quran diperdengarkan.

Surah Yasin sendiri, seluruh isinya memang menggetarkan bila kita mampu menyelami kandungan isi dan konteksnya. Ia adalah jantung Al Quran, maka siapapun yang rajin membaca surah Yasin, insya Allah akan dikuatkan jantungnya, akan dipanjangkan umurnya oleh Sang Khalik.

Kita juga bisa menarik hikmah dari kisah yang disampaikan Chrisye, bahwa mulut kita akan dikunci oleh Tuhan. Mulut, yang di saat kita masih hidup, bisa kita gunakan untuk berbohong, untuk berdalih, untuk mencari pembenaran, untuk menyangkal, untuk tidak mengakui atau menutup-nutupi kesalahan kita, akan dibungkam oleh Tuhan di hari kiamat kelak.

Sedangkan tangan dan kaki kita yang tidak punya mulut, oleh kekuasaan Tuhan justru akan mampu berbicara untuk mengakui dan menjadi saksi atas segala tingkah laku kita selama hidup di dunia. Di hari kiamat nanti, mulut kita akan dikunci, kita tidak lagi bisa berbohong. Sungguh, ternyata begitu tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Allahu Akbar.

Pembaca Tribun yang saya muliakan. Silakan meneruskan bacaan sajian berita di koran kami. Agama memang tidak harus melulu dilihat dari sisi-sisi yang menakutkan. Tapi, Tuhan telah memiliki skenario untuk seluruh ciptaannya, termasuk skenario yang sudah

dibocorkan dalam Al Quran surah Yasin ayat 65 tersebut. Maka, mohon jagalah terus kebersihan hati kita, jagalah terus mulut kita, dan mohon jangan biasakan diri untuk berbohong.

Pada subuh hari Jumat, 30 Maret 2007, pukul 04.08 WIB, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura, dengan diagnosa kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan istri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album soundtrack, 20 album solo dan 2 film.

Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amien.

Salam.

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA