BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Syafaat
Jumat, 02-05-2008 | 04:00:00
SELAMAT hari Jumat. Semoga di hari ini seluruh pembaca Tribun Kaltim melakukan aktivitas kehidupan yang bersifat mulia. Karena --sesuai kategorinya-- Nabi Muhammad SAW telah menetapkan hari Jumat sebagai hari yang paling mulia dibanding hari-hari lain dalam sepekan.

Hari Senin lalu saya bertemu teman lama di Jakarta. Dia mantan wartawan Surya, Surabaya, yang sudah lebih dari sepuluh tahun mengelola  perusahaan miliknya sendiri. Kini hidupnya bisa dibilang sukses. Mobilnya kinyis-kinyis merk terkenal dengan harga ratusan juta rupiah. Rumahnya cukup besar,  di kawasan eksklusif di Jakarta

Sikap hidupnya cukup positif. Dia tidak menjauhi atau melupakan teman-teman lamanya, yang hingga kini masih jadi wartawan, yang –tentu— hidupnya masih bernasib kurang baik dibanding dia. Meski terbilang hidupnya sukses, dia tetap oke-oke saja kongkow bersama di warung rakyat, warung Tegal pinggir jalan.

Selepas dari kumpul-kumpul silaturahim dengan komunitas para kulitinta, teman saya ini kembali ke kehidupan aslinya. Dia kembalisibuk bertelepon dengan orang-orang penting dan mendatangi pertemuan-pertemuan di sejumlah tempat lobi bisnis papan atas yang tersebar di Jakarta. Agenda aktivitasnya sangat padat dan ketat.

Gambaran kontras pada kehidupan teman saya yang elitis di satu sisi dan merakyat di sisi lain ini, perlu dikedepankan, karena selama ini teman saya tersebut memang memiliki pekerjaan “membantu” menyelesaikan urusan-urusan seorang menteri negara.

Bahkan, ketika Senin kemarin dia bertemua saya, dia sedang menjalankan tugasnya sebagai salah seorang anggota tim sukses bagi seorang calon Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2009 mendatang. Pekerjaan teman saya itu memang sebagai laison officer atau petugas penghubung.

Pembaca yang saya hormati. Kita tahu bahwa sebagai manusia, hidup kita ini penuh dengan keterbatasan-keterbatasan. Kita tidak bisa seenaknya bertemu dengan seorang gubernur, menteri atau presdien, untuk menyampaikan keinginan kita, meski keinginan kita itu untuk kemaslahatan bersama. Pun demikian, seorang walikota, bupati, menteri maupun presiden, juga tidak bisa leluasa bertemu dengan seorang presiden penguasa dunia, misalnya.

Itulah pentingnya petugas penghubung atau laison officer. Ia berperan untuk menghubungkan berbagai kepentingan. Utamanya untuk menjadi penghubung kepentingan antara mereka yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan dengan seorang penguasa.  

Ciri dari seorang laison di antaranya adalah: ia memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan sang penguasa atasannya. Ia juga memiliki kemampuan dalam human relationship. Dan, yang terpenting ia harus memiliki loyalitas penuh serta amanah (bisa dipercaya).Dalam perspektif agama Islam, cerita tentang fungsi atau peran laison, dijelaskan dalam sebuah

hadist. Suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW sedang meeting bersama para sahabat –yang tentu para sahabat tersebut  memliki kekuassan dan  otoritas dalam pemerintahan Islam saat itu— datanglah mengahadap seorang lelaki muslim. Lelaki tersebut kemudian mengutarakan kepentingannya kepada Nabi Muhammad.

Setelah lelaki itu selesai menyampaikan kepentingannya, Nabi pun bersabda, sambil menghadapkan wajah beliau  ke para sahabat itu. “Berilah pertolongan, niscaya kalian akan mendapatkan pahala. Allah senantiasa memenuhi  apa yang dikatakan oleh nabi-Nya apapun yang disukainya.” (Hadist Muttafaq alaih).

Kata “pertolongan” dalam sabda Nabi di atas, disebut dengan “isyfau” (bahasa Arab) yang artinya syafaat. Dalam bahasa masa kini, syafaat bisa diartikan  kurang lebih adalah; perbuatan seorang yang memiliki otoritas/kekuasaan untuk menolong orang yang lemah, dalam hal menyampaikan aspirasi/kepentingan mereka kepada yang lebih berkuasa.

Maka, orang yang menjalankan fungsi syafaat, dia adalah penghubung, dia memerankan fungsinya sebagai laison. Penghubung antara yang tidak kuasa dengan yang berkuasa. Namun, syafaat haruslah menyangkut hal-hal yang baik dan bukan tentang hal-hal yang tidak mulia. Itu sebabnya, Tuhan memberi janji akan memberikan pahala bagi mereka yang menjalankan fungsi laison dengan baik,  peran syafaat yang bermanfaat.

Allah berfirman, “Man yasyfau syafaatan hasanatan yakun lahu nashibuhu minha.” Barangsiapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) dari orang yang meminta syafaat kepadanya. (QS An-Nisa: 85)

Dalam perspektif hubungan kita dengan Tuhan yang Maha Kuasa atas segala makhluk-Nya, masyarakat kita pun sudah mengenal adanya fungsi laison ini. Misalnya, ketika doa kita (berupa kepentingan pribadi maupun umat) tidak jua dikabulkan oleh Allah SWT, maka masyarakat kita akan meminta jasa laison dari ulama kharismatik hingga ke para wali Allah, dengan memohon syafaatnya. Karena memang, merekalah golongan hamba Allah yang memiliki sukma mulia yang derajatnya dan posisinya (maqomnya) dekat dengan Tuhan, disebabkan background kehidupannya yang bersih dan sangat takwa.

Pembaca Tribun Kaltim yang saya hormati. Silakan menikmati sajian berita-berita kami hari ini. Namun bila pembaca merasa, kiranya doa kita kepada Allah tidak juga dikabulkan, atau kita ingin doa kita cepat sampai ke hadirat Allah SWT, mohon jangan lupa mintalah syafaat kepada junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Karena beliaulah pemberi syafaat nomor satu dan laison kita yang paling utama di mata Tuhan.Salam.

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA