BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Tolong Menolong
Jumat, 28-03-2008 | 04:00:00
SELAMAT hari Jumat. Semoga seluruh pembaca Tribun Kaltim dapat menambah –setidaknya-- satu orang teman baru yang baik hati yang bisa mendatangkan rezeki, di hari Jumat yang penuh berkah ini. Kita mempunyai dua tangan pemberian Tuhan. Satu untuk menolong diri kita sendiri, dan satunya lagi untuk menolong orang lain.

Pembaca yang saya muliakan. Ada nilai universal yang diakui seluruh masyarakat dunia sebagai satu hal yang baik dan mulia. Yaitu, sikap saling tolong menolong. Teori sosiologi juga menyebutkan bahwa manusia itu makhluk sosial. Maksudnya, manusia tidak akan bisa eksis bila ia hidup sendiri dan menyendiri.

Untuk eksis, ia harus bermasyarakat. Ia tergantung dan saling tergantung dengan orang lain. Dalam konteks inilah muncul istilah tolong menolong atau kerjasama atau gotong royong, Rabu malam kemarin, saya diajak oleh seorang sahabat untuk makan malam di sebuah restoran seafood

di bilangan Pejompongan, Jakarta. Ajakan makan malam di restoran mewah itu merupakan ide dari temen saya yang adalah Staf Ahli Menteri Freddy Numberi di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Restoran seafood yang mewah itu sendiri ternyata binaan dari kementrian DKP.

Dari teman saya yang staf ahli menteri itu, saya mendapat cerita baru –setidaknya menurut ukuran saya-- tentang berbagai macam jenis ikan, baik ikan laut maupun air tawar. Dari ikan yang harganya per kilogram Rp 20.000 sampai yang satu kilogramnya seharga Rp 400.000 lebih. Dan, semua jenis ikan tersebut bisa dibeli dan dimakan di restoran tersebut atau dibawa pulang dalam keadaan segar.

Teman saya yang staf ahli menteri itu juga cerita tentang bangsa-bangsa yang punya tradisi makan ikan. Menurut dia, bangsa-bangsa yang punya tradisi atau doyan makan ikan, rata-rata lebih punya umur panjang.  Dia juga cerita tentang kehebatan bangsa Jepang, yang ia sebut sebagai bangsa paling unggul di bidang riset tentang ikan. Mereka malakukan riset hingga menyangkut hal yang kecil-kecil tentang ikan.

Ada cerita tentang ikan bawal bintang. Ikan ini sesungguhnya banyak didapat di laut perairan Indonesia. Tapi, itu cerita zaman dulu. Karena sejak 20 tahun terakhir, jenis ikan babal bintang ini sudah dinyatakan sebagai hewan langka atau dalam bahasa ekstremnya dinyatakan sebagai hampir punah. Hingga akhirnya pemerintah Jepang turun tangan. Mereka melakukan pembiakan dan kemudian membudidayakannya di Negeri Matahari Terbit. Saat ini bawal bintang sudah bisa dikonsumsi masyarakat Jepang, misalnya dalam sajian sushi, tentu dengan harga yang mahal.

Tiga tahun terakhir, bawal bintang sudah dibudidayakan di Indonesia dalam binaan Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Ikan bawal bintang juga menjadi salah satu menu di restoran yang saya kunjungi, Rabu malam kemarin itu. Boleh pilih, digoreng atau dibakar dengan bumbu rica-rica atau bumbu saos mentega Tapi, masya Allah, harganya masih selangit.

Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah, karena saya punya banyak teman yang memiliki jiwa tolong menolong. Pertemuan makan malam di Rabu malam itu pun sebenarnya merupakan forum menyambung silaturahim antara sahabat lama. Kami ngobrol macam-macam termasuk melakukan beberapa komitmen untuk saling tolong menolong dalam banyak hal.Pembaca yang saya hormati. Tolong menolong itu bisa kita dekati dari dua perspektif. Yaitu,

perpsektif duuniawi dan perpsektif ukhrawi atau dunia akherat. Dalam konteks lain, tolong menolong juga bisa dipandang dari sudut hablun minannas dan hablun minallah. hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan. Dengan pendekatan seperti ini, makasangatlah penting untuk meluruskan niat kita, sebelum saling tolong menolong.

Artinya, ketika kita menolong orang lain, dan kemudian kita tahu bahwa pertolongan yang akan kita berikan kepada orang lain bakal menghasilkan rezeki Tuhan, maka niatkan saja tindakan kita tersebut sebagai urusan duniawi. Setelah niat sudah kita mantapkan –menolong orang lain dalam perspektif mendapatkan rezeki duniawi—selanjutnya kita  tinggal megarahkannya ke tahap realitas kongkret.

Sebaliknya bila yang akan kita tolong adalah orang yang tidak potensial untuk kita arahkan ke tataran perspektif  menghasilkan rezeki dunia, maka segera sajalah mantapkan niat kita –sebelum berlangsungnya tindakan menolong orang tersebut-- dengan niat ibadah lillaahi ta’ala. Sehingga insya Allah, Tuhan akan mengutus para malaikat-Nya untuk mencatat perbuatan kita itu sebagai deposit tabungan bekal hidup kita di akhirat kelak.

Namun demikian, kita harus waspada  ketika kita niatkan perbuatan tolong menolong tersebut dengan niat tujuan ibadah. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dilakoni. Syarat utamanya adalah ikhlas dan ridho.Menolong orang lain tanpa diembel-embeli pemberian nasihat-nasihat dan marah-marah (sambil

ngomel) kepada orang yang kita tolong, perbuatan itu disebut sebagai ikhlas. Menolong orang lain tanpa melihat kepada apa yang kita berikan, adalah amal ibadah yang disebut dengan ridho. Itulah ajaran Nabi kita Muhammad SAW.

Satu lagi syarat. Dan, yang ini sembernya adalah firman Tuhan  “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa serta janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran hukum.”  QS Al Maidah ayat 2.

Pembaca yang saya hormati. Silakan menghabiskan bacaan berita-berita yang Tribun sajikan edisi hari ini. Kami berharap para pembaca tidak mengurung diri di rumah. Silakan bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki Tuhan dengan saling tolong menolong. Silakan juga menolong mereka yang membutuhkan. Namun jangan lupa mantapkan niatnya lebih dahulu, dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhan.Salam.


 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA