| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 5 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Atasi Deforestasi, Desa di TNBBS akan Ditutup |
| Kamis, 08-05-2008 | 21:17:19 | |
|
BANDAR LAMPUNG - Kawasan perambahan di hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan diperkirakan sudah mencapai puluhan ribu hektar. Pengelola taman nasional berencana menurunkan perambah dan menutup desa -desa di kawasan taman nasional. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kurnia A Rauf, Kamis (8/5) mengatakan, berdasarkan catatan Balai Besar TNBBS, pembukaan lahan hutan sudah terjadi sejak 1961, tepatnya di Sidorejo, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Pembukaan kemudian berlanjut pada 1966 di Way Pemerihan, Lampung Barat. Pada 1970 terjadi pembukaan di Way Nipah Lampung Barat. Berlanjut di kawasan Rata Agung tahun 1978 dan terakhir yaitu kawasan perambahan Bumi Hantatai yang mulai dibuka pada tahun 1981. Pembukaan hutan hingga ke dalam wilayah TNBBS terus berlanjut hingga 2003. Dari pembukaan-pembukaan kawasan itu, berdasarkan pantauan citra satelit dalam kurun waktu 19722002 tutupan hutan di TNBBS telah hilang seluas 57.164 hektar dari total luas 356.800 hektar. Rata-rata laju deforestasi mencapai 0,64 persen per tahun. Meski penyebab utama deforestasi adalah perambahan, namun penyebab hilangnya tutupan hutan TNBBS bervarisi. Catatan Wildlife Conservation SocietyIndonesia Program (WCSIP) 2008 menyebutkan, deforestasi atau hilangnya tutupan hutan TNBBS terjadi karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor penyebab yang secara tidak langsung mendorong masyarakat melakukan perambahan hutan misalnya kekurangan lahan pertanian . Faktor eksternal biasanya berupa penyebab yang secara langsung membuat masyarakat berani merambah hutan seperti illegal logging . Faktor internal akan selalu ada karena jumlah petani kecil terus meningkat sedangkan persediaan lahan terbatas. Meskipun demikian faktor internal tidak akan pernah muncul sebagai pendorong perambahan hutan jika tidak ada faktor pemicunya yaitu faktor eksternal. Namun demikian, perladangan rakyat dengan angka produksi yang kecil memiliki implikasi yang besar terhadap deforestasi. Kebun-kebun kopi yang tersebar merata di beberapa kawasan di TNBBS tercatat sudah mengganggu habitat gajah , harimau, dan badak sumatera. Selain faktor-faktor tersebut, pembangunan infrastruktur dan pemukiman juga menjadi dorongan terjadinya deforestasi, kata Kurnia. Untuk mengatasi perambahan, pengelola TNBBS berencana menurunkan perambah dan menutup desa-desa perambah di kawasan TNBBS. Pada 2008 tercatat sebanyak 1.800 perambah sudah turun dari kawasan. Sementara untuk desa-desa perambah yang akan ditutup terletak di kawasan Sekincau, Lampung Barat. Menurut Kurnia, pelaksanaan penurunan perambah dan penutupan desa-desa perambah dilakukan setelah pengelola menyusun master plan . "Dari master plan 2008 kami akan tahu lama waktu yang dibutuhkan dan tahapan penurunan perambah," kata Kurnia. (KCM/HLN) |
|
|



























