BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
KPI: 10 Tayangan TV Bermasalah, Baru Peringatan
Jumat, 09-05-2008 | 17:43:53

JAKARTA- Penetapan sepuluh program televisi yang dinilai bermasalah oleh tim panelis yang dibentuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merupakan peringatan kepada stasiun-stasiun televisi (TV) untuk memperhatikan kualitas program-program mereka.

Salah satu anggota tim panelis, Nina Armando, mengatakan bahwa ini baru merupakan riset tahap awal, dalam mana hampir dari 75 program itu merupakan sampel. "Di luar 10 ini, tidak berarti tidak masuk, bukan berarti yang lain bebas dari masalah. Dalam riset ini, dari penilaian kami, ini yang terjaring. Kami lakukan tahapan awal dulu dengan melihat pedoman siaran. Jadi, mungkin sekali banyak program di luar ini yang juga bermasalah," ujar Nina usai pengumuman peringatan terhadap kesepuluh program televisi yang dinilai bermasalah, di Jakarta, Jumat (9/5).

Kesepuluh program itu diperoleh dari evaluasi terhadap 198 tayangan (episode) dari 75 judul yang ditayangkan oleh sembilan stasiun TV. Sebelumnya, tim panelis telah melakukan preliminary analysis yang menghasilkan 25 judul acara dan kemudian memperoleh 10 judul yang paling tinggi frekuensi potensi pelanggarannya berdasarkan standar program siaran yang disusun oleh KPI.

Pada awalnya, penentuan 75 judul tayangan itu didasarkan pada pengaduan masyarakat yang paling banyak dan tercatat oleh KPI. Menurut Nina, pengaduan masyarakat yang paling banyak datang untuk tiga jenis program acara, yaitu sinetron, variety show, dan acara anak. Ke depannya, KPI berencana akan meneruskan riset ini secara rutin dan melihat program-program lain.

"Riset ini sebagai lampu kuning, warning bagi televisi. Bagi beberapa yang memperhatikan akan menunjukkan kualitas yang meningkat dan kemudian diharapkan dapat menular. Kita berharap wajah TV kita dapat menjadi lebih ramah," tambah perempuan yang juga aktif dalam Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), yang bergerak dalam literasi media terhadap anak. (kompas.com)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA