BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Masyarakat Tuntut Kejelasan Seleksi Masuk PTN
Kamis, 08-05-2008 | 21:49:15

BANDUNG - Masyarakat meminta sosialisasi dan kejelasan pelaksanaan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional atau SNMPTN yang berlaku tahun ini. Tidak sedikit sekolah dan siswa yang bingung, bahkan belum mengetahui, perubahan ketentuan seleksi nasional calon mahasiswa PTN ini. 

Kesimpulan ini muncul berdasarkan rangkuman wawancara dari sejumlah kepala sekolah dan siswa di Kota Bandung, Kamis (8/5). Kebingunan itu muncul karena belum adanya sosialisasi memadai tentang ketentuan pengganti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) ini dari pihak terkait. Informasi hanya diperoleh melalui media massa yang punya jangkauan terbatas.

Saya malah belum tahu itu (SNMPTN). Dari mana informasinya ? tutur Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Negeri se-Kota Bandung Ajat Sudrajat. Kepala sekolah, ucapnya, memang kerap ketinggalan informasi penting macam itu selama tidak dituangkan dalam bentuk surat edaran. Ia berharap adanya informasi yang lengkap terkait perubahan aturan SPMB menjadi SNMPTN itu dari dinas terkait.

Kepala SMAN 3 Kota Bandung Encang Iskandar berpendapat senada, perlu info resmi yang dikeluarkan pejabat terkait mengenai perubahan nomenklatur seleksi nasional mahasiswa PTN ini. Sebab, sekolah (SMA) merupakan pihak yang berkepentingan dalam kebijakan ini. Namun, ia optimis, perubahan sistem itu tidak akan merugikan sekolah dan siswa.

Ia berharap, tidak ada perubahan prosedur yang signifikan dalam SNMPTN. Saat ini, ucapnya, sekolah belum terlalu memusingkan SMPTN ini sebab masih berkonsentrasi pada ran gkaian ujian nasional dan sekolah. Minggu depan ini, seluruh SMA di Bandung akan serentak melakukan ujian sekolah. Ujian sekolah ini merupakan salah satu penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

Berdasarkan pengalaman, ucapnya, undangan atau edaran resmi mengenai SPMB (SNMPTN) baru akan muncul pada awal Juni, setelah ujian nasional dilakukan. Saat itu, akan ada undangan tentang penjualan formulir SPMB (SNMPTN) secara kolektif , ucap mantan Kepala SMAN 2 Kota Bandung ini.

Sekretaris Eksekutif Panitia Lokal Bandung Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Prof. Asep Gana Suganda sebelumnya khawatir, pendaftaran SNMPTN secara kolektif ini akan minim peserta. Sebab, kurangnya sosialisasi sistem baru ini ke sekolah. "Saya mendapat banyak SMS ( short message service) yang isinya menanyakan tata cara SNMPTN itu bagaimana, " tuturnya.

Pertemuan rektor

Kemarin, pimpinan PTN se-Bandung Raya mengadakan pertemuan informal yang salah satu agendanya membahas soal pelaksanaan SNMPTN. Menurut Rektor Universitas Pend idikan Indonesia Prof. Sunaryo Kartadinata, pertemuan itu sekedar konsolidasi yang dilakukan menjelang pelaksanaan SNMPTN. Bahasannya masih dalam kerangka jadwal ujian dan bagaimana koordinasinya nanti, ucapnya.

Ia memahami, Panitia SNMPTN nantinya haru s kerja keras melakukan sosialisasi. Teknis prosedur, khususnya tata cara kepanitiaan, dan organisasinya, akan dibahas lebih detail pada akhir pekan ini di Surabaya. Seluruh pimpinan PTN dikumpulkan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas untuk mem bahas teknis prosedur SNMPTN.

Yang pasti, ucapnya, Panitia Lokal Bandung SNMPTN yang tahun ini diketuai Pimpinan Institut Teknologi Bandung telah bersiap-siap melaksanakannya. Pemerintah sendiri telah menjamin teknis prosedur SNMPTN tidak akan jauh berbed a dengan SPMB yang dijalankan tahun sebelumnya. Ujian akan dilaksanakan 2-3 Juli mendatang. (KCM)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA