BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Polisi Bersenjata Jaga Pintu Masuk Bandara Sepinggan
Jumat, 09-05-2008 | 00:16:10

Polisi menjaga Bandara Sepinggan_WIKAN/TRIBUNKALTIM BALIKPAPAN - Sejumlah karyawan Angkasa Pura I Bandara Sepinggan dilarang memasuki kawasan atau terminal bandara, Kamis (8/5). Pelarangan ini dilakukan oleh sejumlah anggota polisi dengan dibantu kepolisian bandara. 

Agus Ekabanto, seorang karyawan AP I yang sudah memiliki kartu pas masuk bandara berkode X  dicegat petugas kepolisian. Padahal, kartu pas bandara jenis X ini bisa digunakan untuk masuk ke seluruh wilayah bandara, termasuk objek vital di dalamnya.

"Mungkin saya masuk pakai baju kerja. Makanya dilarang, padahal saya kan karyawan Angkasa Pura," ujar Agus. Hal yang sama dialami  G Aurianto, petugas kehumasan Angkasa Pura yang memiliki pas berkode X. "Saya mau masuk tapi dilarang polisi dan disuruh izin pihak Polda Kaltim. Padahal saya kan ingin masuk untuk melihat rekan-rekan di dalam," kata Rian.

Asisten Manajer Sim, Tapor dan Humas AP I, Firstson Mansyur mengatakan, sesuai dengan rapat manajemen, AP I telah mengambil sikap termasuk salah satunya berkoordinasi dengan jajaran kepolisian.  "Sebagai partisipan aksi mogok kerja memang dilarang keras masuk area itu. Tetapi kalau kapasitasnya sebagai karyawan Angkas Pura ya silakan. Yang penting tidak untuk mengganggu keamanan dan pengguna jasa bandara," ujar Firstson,.
 
Tidak seperti hari-hari biasanya, pintu masuk terminal keberangkatan Bandara Sepinggan dijaga ketat petugas kepolisian bersenjata. Bila sebelumnya, pintu masuk ini  hanya dijaga oleh petugas Aviation Security dan Airport Police, namun  kini tiga anggota kepolisian dengan senjata laras panjang menjaga pintu tersebut. "Mau ada apa nih, kok sepertinya ketat banget?" kata seorang penumpang kepada rekannya.

Namun sekitar pukul 12.00 WITA, petugas Samapta dari kepolisian Balikpapan yang ditugaskan di Bandara Sepinggan meletakkan senjata mereka. Hal ini dilakukan untuk menghindari kepanikan pengguna jasa bandara. Dan  pada pukul 14.03 WITA, bukan hanya senjata yang diletakkan, petugas pun ditarik dari pintu bandara.

Seorang anggota SPAP I Agung, mengatakan pengamanan ketat seperti itu justru membuat masyarakat khawatir. Ia pun menilai pengamanan tersebut berlebihan. "Perusahaan ini  milik pekerja, apa mungkin ini dirusak oleh pekerjanya sendiri,"  ucap Agung.

Hari  Jumat (9/5) ini, mogok kerja secara damai akan tetap berlangsung dengan waktu lebih panjang, yakni selama 24 jam. Mogok di hari ketiga ini telah dimulai pukul 00.00 Wita dini hari.

Pada Kamis (8/5) kemarin, aksi mogok kerja yang dilakukan Serikat Pekerja Angkasa Pura I (SPAP I) Cabang Bandara Sepinggan  tidak lagi terlihat. Tak ada lagi anggota SPAP I yang berkumpul di depan pintu masuk terminal kedatangan.

Pada hari kedua mogok kerja ini, jajaran setingkat manajer, asisten manajer  turun langsung ke lapangan sejak pagi untuk memantau aktivitas di bandara, termasuk General Manager Angkasa Pura I Bandara Sepinggan, Balikpapan, IBG Winaya.

"Saya sampaikan bahwa kondisi di Bandara Sepinggan Balikpapan saat ini tetap berjalan dengan normal dan lancar. Jadi para karyawan yang sebelumnya terlihat mogok di depan pintu masuk, sekarang sudah tidak terlihat lagi. Kami berharap agar masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan kondisi saat ini," ujar Winaya.  (joi)
 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA