BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
RI Rugi 16 Miliar Dollar AS akibat Kegiatan Ilegal Asing
Kamis, 08-05-2008 | 21:04:47

 MAGELANG - Setiap tahun Indonesia mengalami kerugian 16 miliar dollar AS. Kerugian ini ditimbulkan dari maraknya kegiatan ilegal yang dilakukan negara-negara asing seperti penyelundupan, perdagangan obat-obatan terlarang, pembalakan dan perikanan liar. 

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2004. "Kita pun belum mampu menghentikannya karena kegiatan ilegal itu teroganisir sangat rapi dan memiliki sumber pendanaan yang cukup kuat," ujarnya, saat memberikan ceramah di hadapan 1.907 taruna Akademi Militer dan siswa SMA Taruna Nusantara di Akademi Militer Magelang, Kamis (8/5).

Seiring dengan terjadinya gejolak harga minyak mentah dunia, maka akhir-akhir ini terjadi pula penyelundupan bahan bakar minyak (BBM). Ini terjadi karena harga BBM di Indonesia relatif lebih murah dibanding negara-negara lain.

Di satu sisi, Juwono mengakui hal itu diantaranya juga dipicu oleh minimnya anggaran untuk kegiatan pertahanan. Dengan kondisi itu, maka pemerintah akhirnya tidak mampu membiayai tenaga-tenaga pengamanan seperti polisi, jaksa, dan tentara untuk mencegah kegiatan-kegiatan ilegal tersebut.

"Dengan keterbasan anggaran tersebut, kami pun berusaha mengoptimalkan pertahanan dengan instansi lain lain seperti bea cukai, Departemen Perhubungan, dan Departemen Perikanan dan Kelautan," ujarnya.

Tahun ini, Departemen Pertahanan mendapatkan alokasi anggaran Rp 32 triliun. Jumlah ini hanya berkisar 40 persen dari jumlah anggaran minimum yang diajukan, yaitu Rp 100 triliun.

Juwono mengatakan, alokasi ini harus diterima apa adanya. "Kita harus memahami kondisi ini karena pembangunan masih terus difokuskan pada bidang perekomian dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Total dana APBN tahun ini, mencapai Rp 782 triliun. Sebanyak 80 persen dari anggaran tersebut, menurutnya, digunakan untuk kegiatan-kegiatan di sektor perekonomian dan kesejahteraan rakyat, diantaranya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat menyantuni. Hal ini mendesak dilakukan karena Indonesia sendiri masih memiliki 36 juta rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan 10 juta pengangguran terbuka.

Dengan banyaknya kebutuhan tersebut, Juwono mengatakan, pemerintah belum memiliki anggaran yang cukup untuk memperkuat pertahanan negara. "Keprihatinan terhadap kondisi ini masih akan terus terjadi lima hingga 10 tahun mendatang," ujarnya. (KCM/EGI)
 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA