BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
9-Mei-2008 / 15:39 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9275.00 9175.00
SGD 6785.80 6687.80
HKD 1190.60 1175.90
GBP 18156.95 17905.95
AUD 8746.65 8614.65
JPY 90.39 88.69
EUR 14365.38 14182.38
SAR 2482.00 2438.00
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Rektor Unhalu: Biang Kerusuhan Bukan Mahasiswa
Jumat, 28-03-2008 | 12:41:16

KENDARI- Kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak dipicu oleh mahasiswa. Menurut rektor Universitas Haluoloe (Unhalu), Mahmud Hamundu, kerusuhan terjadi karena ada pihak-pihak yang menunggangi aksi. 

"Mereka bukan dari Unhalu, tapi mengatasnamakan Unhalu. Saya meluruskan aksi pembakaran mobil itu bukan dari mahasiswa. Aksi itu dilakukan masyarakat yang memprotes soal pedagang kaki lima," kata Mahmud saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/3).

Menurut Mahmud, kurang lebih 10.000 pengunjuk rasa berdemontrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka menuntut agar tidak ada lagi premanisme kepada mahasiswa.

"Mereka berangkat dari kampus pukul 10.00 dan tiba (di depan kantor DPRD) pukul 11.30. Jumlahnya sekitar 10.000 orang," kata Mahmud.

Mahmud menegaskan, meskipun mereka berangkat dari kampus Unhalu, bukan berarti mereka adalah mahasiswa Unhalu. Pengunjuk rasa itu datang dari berbagai kalangan yang mengatasnamakan mahasiswa Unhalu.

Saat Kompas.com menghubungi Mahmud lewat telepon, suasana di sekitar Mahmud terdengar hiruk pikuk suara para demonstran yang meneriakkan kalimat mendukung para mahasiswa. Mereka juga mengelu-elukan Mahmud yang hadir di tengah para demonstran untuk menenangkan suasana.

"Hidup rekor Unhalu! Hidup mahasiswa!" teriak para demonstran yang terdengar di seberang telepon.

Aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa itu dilakukan sebagai bentuk protes atas penyerbuan aparat keamanan ke kampus Unhalu, Kamis (27/3) kemarin. Polisi juga menangkap mahasiswa yang diduga terlibat dalam rangkaian unjuk rasa yang memprotes penggusuran pedagang kaki lima beberapa hari sebelumnya.

Namun, menurut Mahmud, delapan mahasiswa yang ditangkap itu sudah dibebaskan Kamis malam. (kcm)
 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA