BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
9-Mei-2008 / 15:39 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9275.00 9175.00
SGD 6785.80 6687.80
HKD 1190.60 1175.90
GBP 18156.95 17905.95
AUD 8746.65 8614.65
JPY 90.39 88.69
EUR 14365.38 14182.38
SAR 2482.00 2438.00
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Rice: Boikot Olimpiade Lecehkan Rakyat Cina
Sabtu, 29-03-2008 | 10:41:30

Condoleezza Rice WASHINGTON- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengaku menentang seruan boikot terhadap Olimpiade Beijing. Alasannya, boikot itu melecehkan rakyat Cina.

Dalam wawancara dengan suratkabar Washington Times Jumat (28/3), Rice juga mengisyaratkan bahwa aksi boikot terhadap Olimpiade 2008 akan tidak efektif. Ia mencontohkan boikot yang dipimpin AS terhadap Olimpiade Moskow 1980 tidak berjalan seperti diharapkan.

"Kami semua tahu bahwa pada saat Olimpiade akan diselenggarakan di Beijing, ada sejumlah isu yang ingin dimunculkan berkaitan dengan sikap rezim Beijing," kata Rice dalam pidatonya yang disiarkan oleh Departemen Luar Negeri.
   
Dia menambahkan bahwa Cina tampaknya pada saat itu akan membuka pembahasan-pembahasan mengenai Tibet, Taiwan dan masalah-masalah yang ada kaitannya dengan hak asasi manusia (HAM). "Saya rasa kita bisa mengatasi hal itu. Saya berpendapat bahwa kita harus mendekati mereka tentang Tibet," katanya menambahkan.
   
Boikot tidak terhadap kegiatan olahraga tidak akan berguna, karena bukan urusan politik. Karena itu penting bagi Washington untuk mengajak rezim Cina untuk mengatasi kebijakannya yang menimbulkan kesulitan itu pada saat Olimpiade selesai.

"Saya tidak berpikir mengenai boikot karena 'aksi boikot Olimpiade '80 sangat tidak efektif. Dan nyatanya, saya rasa itu memang tidak efektif," katanya menambahkan, merujuk pada aksi boikot yang dipimpin AS pada Olimpiade Moskow berkaitan dengan invasi Sovyet ke Afghanistan waktu itu.

"Saya lihat (latar belakang Olimpiade) adalah terkait loyalitas para atlet yang telah berlatih untuk tampil dalam kesempatan itu, dan itu tak bisa dibantah," katanya.

Olimpiade adalah momen yang diakui masyarakat internasional, demikian juga rakyat China. "Karena itu, saya tidak suka terhadap sikap seperti itu, yang dampaknya melecehkan mereka - rakyat. Bukan rezim, tapi rakyat," ujarnya.
   
Pemerintah Presiden AS George W Bush bersikap menentang aksi boikot terhadap Olimpiade Beijing itu, namun juga menyerukan kepada Cina agar mengendalikan diri terhadap para pelaku aksi protes di Tibet, dan membuka dialog dengan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama. (ant)
 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA