BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
9-Mei-2008 / 15:39 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9275.00 9175.00
SGD 6785.80 6687.80
HKD 1190.60 1175.90
GBP 18156.95 17905.95
AUD 8746.65 8614.65
JPY 90.39 88.69
EUR 14365.38 14182.38
SAR 2482.00 2438.00
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
SBY Ajak 80 Dubes Nonton AAC
Jumat, 28-03-2008 | 11:26:23
JAKARTA- Istana Presiden terkena "virus" demam Ayat-ayat Cinta (AAC). Malam ini, rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menonton film bernapas Islam itu. SBY akan ditemani 80 duta besar negara sahabat serta sejumlah menteri dan pejabat negeri ini.
Malam ini, bisa jadi akan jadi hari penting dalam dunia perfilman Tanah Air. Untuk pertama kalinya, Presiden RI menonton film di gedung bioskop bersama 80 duta besa (dubes). Dan, film yang mendapat kehormatan tersebut adalah Ayat-ayat Cinta yang data terakhirnya menunjukkan telah ditonton 3,5 juta pasang mata.

Momentum ini niscaya juga akan mengukuhkan AAC sebagai film yang paling banyak ditonton politisi di negara berpenduduk 250 juta yang tahun depan menyelenggarakan pemilihan presiden ini. Sejauh ini, film yang juga mengangkat tema yang kerap jadi perdebatan, yakni poligami itu, telah ditonton antara lain oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan mantan Presiden BJ Habibie.

Presiden SBY dijadwalkan menonton AAC di Studio XXI di Plaza EX, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. SBY juga direncanakan mengajak 80 dubes negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang baru-baru ini menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) di Dakkar, Senegal. Untuk itu, seluruh kursi di Studio XXI Plaza EX telah di-booking.

Public Relation MD Entertainment, M Husni, mengatakan SBY beserta rombongan akan menonton AAC pada pukul 20.00. "MD hanya mengatur media peliput. Untuk keamanan, dikoordinasi oleh paspampres. Yang pasti, wartawan harus berpakaian rapi dan jangan pakai sandal," jelas Husni saat dihubungi Warta Kota, Kamis (27/3) sore. MD adalah rumah produksi yang memproduksi AAC.

Sementara itu, sutradara AAC, Hanung Bramantyo, mengatakan bahwa memasuki minggu keenam tayang dibioskop, film garapannya itu mengalami penurunan jumlah penonton. "Jumlah penontonnya drop, tapi angkanya masih terbilang tinggi. Film Indonesia rata-rata 35.000 sampai 40.000 penonton per hari. Sementara Ayat-ayat Cinta masih ditonton sekitar 50.000 orang per hari," katanya. Di awal pemutarannya, AAC ditonton 150.000-170. 000 orang per hari.

Kehadiran SBY di bioskop untuk menonton AAC akan digunakan Hanung untuk minta perhatian pemerintah atas perkembangan film Indonesia. Hanung berharap, ada pidato dari SBY setelah menyaksikan AAC. "Kan, kabarnya sebelum ini SBY kapok nonton film Indonesia," ujarnya.

Kekuatan film
Aktor senior Didi Petet menilai adalah jamak suatu film mengalami booming. "Sifat film itu ya begitu itu, bisa meledak karena mengena di hati masyarakat," ujarnya saat dimintai komentar tentang meledaknya AAC, semalam. Didi tidak setuju dengan anggapan AAC meledak karena ceritanya bernuansa Islami. "Yang tidak beragama Islam juga banyak yang nonton kan," katanya. Meski demikian, Didi mengaku belum menonton AAC.

Lebih lanjut Didi mengatakan bahwa film memang memiliki efek yang luar biasa. Kekuatan film yang seperti ini, menurut Ki Kabayan pada film Kabayan Saba Kota ini, harus dipahami Pemerintah Indonesia.

"Para petinggi negara Indonesia harus menyadari, seni film bisa membuat efek besar seperti ini. Kelebihan seni film dari seni pertunjukan lainnya, dia punya kekuatan memengaruhi lebih cepat dan luas, karena menyebarkan informasi ke banyak tempat dalam satu waktu. Seni pertunjukan bisa, tapi butuh waktu lama, karena terpusat di satu tempat. Jadi, setiap film harus diantisipasi," paparnya.

Didi menegaskan, pemerintah harus memperhatikan perfilman Indonesia. "Setiap film berpengaruh pada proses kehidupan seseorang, karena dia masuk ke ruang imajinasi setiap pribadi, karena kita (saat di dalam gedung bioskop) berada di tengah cerita, dalam ruang gelap, dan kita fokus ke film itu," katanya.

Kemarin, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ketut Untung Yoga Ana, mengatakan, dalam razia di Glodok, Jakarta Barat, polisi menyita 5.150 VCD bajakan berjudul Ayat-ayat Cinta. "Polisi akan terus menggelar razia ini sebab pembajakan telah banyak merugikan negara selain merugikan para artis," katanya. Ketut menambahkan, polisi menangkap tiga orang pemilik VCD AAC bajakan tersebut yakni Dar, Hu, dan Go.

Film AAC mulai masuk bioskop bulan Februari lalu. Pada waktu yang hampir bersamaan, AAC dalam bentuk VCD telah beredar di pedagang kaki lima (PKL) maupun di pedagang asongan di kereta dengan harga Rp 5.000. Tentu saja, VCD itu adalah hasil pembajakan. Menyikapi pembajakan itu, Rabu (26/3), Produser Eksekutif MD Entertainment Manoj Punjabi mengadu ke DPR. (wartakota/yus)
 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA