BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Beton Penahan Abrasi Runtuh
Selasa, 06-05-2008 | 05:16:20

TARAKAN, TRIBUN- Penurapan Pantai Amal merupakan alternatif terbaik dalam mencegah terjadinya abrasi. Karena dari beberapa cara yang telah dilakukan untuk mencegah abrasi, terbukti gagal. "Beberapa kali upaya untuk mengatasi abrasi sudah dilakukan. Misalnya dengan pembangunan bronjong atau beton. Tapi upaya ini tidak membuahkan hasil maksimal.

Malah bronjong yang sudah dibangun jebol, karena tidak kuat menahan arus air," ujar Kepala Dinas Lisda Ir Subono dalam rapat koordinasi antara intansi terkait, konsultan, kontraktor, dan perwakilan dari masyarakat di ruang Kenawai Pemkot, Senin (5/5).

Terkait hal itu, rencana penurapan (brevet) Pantai Amal untuk mencegah sekaligus mengembalikan area yang terkikis karena abrasi, akan segera dilaksanakan.

Secara keseluruhan proyek itu diperkirakan bakal menelan anggaran kurang lebih Rp 127 miliar rupiah, dan akan dilaksanakan secara bertahap.Tahap pertama pemerintah akan melaksanakan penurapan sepanjang 300 meter di Pantai Amal Lama. Penurapan tahap pertama diperkirakan menelan anggaran Rp 22 miliar yang berasal dari APBD Provinsi dan Kota. 

Menurut Subono, tingkat abrasi di pantai timur Tarakan memang cukup parah. Tingkat abrasi bervariasi mulai dari sepuluh meter hingga 40 meter. "Kalau dari laporan tadi, di Binalatung ada masjid yang dipindah dua kali karena terkena abrasi. Mungkin tingkat abrasinya lebih dari 40 meter. Di pantai timur Tarakan, abrasi-nya memang lebih parah dibanding pantai lain di Tarakan," katanya.

Untuk kajian dampak lingkungan dari kegiatan penurapan, ujarnya, telah dilaksanakan konsultan. Sementara itu kontraktor, dalam hal ini PT Wijaya Karya, juga telah siap melaksanakan pekerjaan. Penurapan diupayakan bisa dimulai bulan ini.

Penurapan difokuskan di pantai Amal dengan beberapa alasan, selain karena telah terjadi abrasi di pantai Amal, juga untuk pengembangan wisata bahari.

Penurapan bakal dilaksanakan di sepanjang pantai Amal Lama dan Amal Baru dengan jarak sekitar 2,5 kilometer. Pada area tersebut bakal dilakukan penurapan maksimal hingga 40 meter menjorok ke laut. Luas area penurapan di masing-masing titik berbeda karena disesuaikan dengan garis lurus batas penurapan. (bas)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA