You have to login before you can shout!
Sekretaris BKKBN M Hatta menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya menghindari terjadinya pernikahan di usia dini. Data BKKBN menyebutkan, dari setiap 1.000 perempuan 16 di antaranya nikah di usia dini. Menurutnya, perlu ada upaya supaya angka pernikahan bisa lebih ditekan. Tujuannya bukan hanya untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Kami harap jumlah pernikahan dini di bawah angka 16 per seribu. Ini penting untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, dan kesejahteraan keluarga," kata Hatta.
Menurutnya, idealnya wanita menikah minimal di usia 20 tahun. Karena pada usia tersebut, secara fisik reproduksi perempuan sudah siap menghadapi kehamilan. Dari segi mental saat itu wanita juga siap untuk menjalani pernikahan. "Itu yang harus kami informasikan kepada remaja. Kadang masih terjadi di usia 19 tahun sudah hamil, padahal saat itu wanita belum siap secara fisik dan mental menghadapi kehamilan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi kepada kaum remaja. Kehamilan pertama merupakan saat krisis bagi seorang perempuan. Karena pada saat itu perempuan akan mengalami perubahan bukan hanya fisik tapi juga psikologis. Selain itu ia juga mengingatkan para remaja untuk lebih berhati-hati menyikapi pergaulan bebas antara lawan jenis. Pergaulan bebas tanpa batas, merupakan penyebab utama terjadinya kehamilan di usia dini. (bas)
Created by IT Tribun Kaltim
Powered by JOOMLA