|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 59 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Jalan Swaran semakin Rusak Parah |
| Rabu, 16-04-2008 | 05:19:25 | |
|
TARAKAN, TRIBUN- Mobil yang ditumpangi rombongan Komisi III DPRD, saat meninjau jalan Kampung Swaran, Kelurahan Juwata Permai, Selasa (15/4), berhenti di salah satu tikungan. Mobil rombongan Dinas Pembangunan Umum (PU) pun ikut berhenti di lokasi yang sama. Jalan Swaran sepanjang kurang lebih satu kilometer itu dalam keadaan rusak parah. Jangankan untuk dilalui mobil, untuk akses kendaraan roda dua saja sangat sulit. Badan jalan selebar kira-kira tiga meter itu, di beberapa titik tampak bergelombang. Badan jalan ini belum pernah mengalami pengerasan. Di sana-sini terdapat lubang yang cukup dalam akibat kikisan air hujan. Untuk bisa sampai ke lokasi jalan yang mengalami kerusakan paling parah, rombongan Komisi III dan PU, harus rela jalan kaki sekitar dua ratus meter. Dalam peninjauan itu, Komisi III juga sempat mendengarkan keluhan Ketua RT 12 Kampung Swaran Budi Subohadi, yang ikut mendampingi di lapangan. Warga RT 12 merupakan pengguna Jalan Swaran sebagai akses utama menuju jalan raya Juwata. Namun selama dua tahun terakhir, jalan itu tidak selalu bisa digunakan. Apalagi saat turun hujan, jalan tidak memungkinkan lagi untuk dilalui kendaraan. Akibatnya, warga harus memutar melintasi jalan area PT Intraca yang jaraknya dua kali lebih jauh. Warga sangat berharap agar pemerintah segera memperbaiki Jalan tersebut. Menurut Anggota komisi III Gunawan Wibisono, DPRD sudah mengusulkan pembangunan Jalan Swaran kepada pemerintah. Dari segi jumlah penduduk, lanjutnya, warga Kampung Swaran memang tidak terlalu banyak. RT 12 Kampung Swaran hanya didihuni kira-kira oleh 40 KK. Namun jumlah penduduk,menurutnya, bukan satu-satunya pertimbangan untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur di suatu wilayah. "Pertimbangan itu kan macam-macam. Bukan hanya dari segi potensi ekonomi, tapi kebutuhan masyarakat juga menjadi pertimbangan. Atas pertimbangan itu, tahun ini DPRD sudah mengusulkan pembangunan Jalan Swaran ke pemerintah," kata Gunawan usai meninjau lokasi. Lebih jauh dijelaskan, Jalan Swaran, dulunya memang bukan tanggung jawab pemerintah karena jalan itu dibuka oleh PT Swaran, salah satu perusahan kayu untuk akses kegiatan usahanya. Namun sejak PT Swaran berhenti beroperasi dua tahun lalu, maka kini pemerintah sudah sepantasnya ikut memperbaiki jalan swaran demi kepentingan warga. "Jalan itu dulunya yang membuka PT Swaran. Tapi sekarang PT Swaran sudah berhenti beroperasi. Nah, tidak ada salahnya kalau jalan itu dibangun pemerintah untuk kepentingan warga," ujarnya. Menurutnya, usulan yang disampaikan DPRD, terkait pembangunan Jalan Swaran sudah disetujui pemerintah. Perbaikan Jalan Swaran menurut rencana akan dilaksanakan tahun ini. Selain itu, peninjauan juga dilakukan di jalan RT 11 Kelurahan Karang Harapan. Di kawasan ini warga RT 11 berharap dibangun jalan alternatif ke lokasi SMP 8, untuk mempermudah akses siswa sekolah yang tinggal di RT 11. Selain itu juga untuk menunjang kegiatan pertanian warga. Akan Dilakukan Pengerasan Jalan KAPALA Dinas Pembangunan Umum (PU) Ir Jamaluddin mengatakan, perbaikan Jalan Swaran termasuk salah satu paket dari program pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan pemerintah tahun ini. Untuk perbaikan jalan tersebut telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta. Hanya saja perbaikan yang akan dilakukan belum sampai pada tahap pengaspalan. Perbaikan itu direncanakan hanya berupa pengerasan jalan, karena terkait besarnya anggaran. Jika dilakukan pengaspalan, perbaikan dipandang tidak efektif karena anggaran yang terbatas "Kalau mau diaspal, tidak mungkin sepanjang jalan dilakukan pengaspalan. Itu membutuhkan dana besar. Perbaikan ini berupa pengerasan dulu. Yang penting jalan itu bisa digunakan warga," ujar Jamaluddin. Menurutnya, perbaikan jalan akan diupayakan secepatnya. Tahap pertama yang akan dilakukan adalah melaksanakan pengukuran jalan. Pasalnya, panjang Jalan Swaran belum diketahui. Setelah dilakukan pengukuran jalan, pemerintah segera akan mengadakan tender untuk perbaikan jalan tersebut. Jika tidak ada kendala non teknis, ia yakin perbaikan jalan akan selesai tahun ini. Tapi jika ada kendala non teknis, perbaikan jalan bisa memakan waktu lebih lama. "Jika tidak ada kendala, paling lambat tahun ini sudah selesai. Cuma, kalau misalnya ada kendala seperti klaim warga terhadap area badan jalan, itu bisa memakan waktu lebih lama," ujarnya. Dulu Angkot Bisa Lewat JALAN Swaran dulunya merupakan area milik PT Swaran, salah satu perusahaan kayu di Juwata Permai. Semasa PT Swaran beroperasi, jalan itu tidak pernah dikeluhkan warga. Menurut Ketua RT 12 Kampung Swaran, Budi Subohadi, ini dikarenakan ada upaya pemeliharaan dari PT Swaran untuk mendukung kelancaraan usahanya. Seiring dengan ditutupnya kegiatan di PT Swaran dua tahun lalu, pelan-pelan Jalan Swaran tidak lagi terpelihara. Jalan yang dulunya kerap dilalui kendaraan milik PT Swaran, kini kondisinya kian merana. "Dulu jalan ini cukup bagus. Angkot bisa lewat sini. Tapi sekarang tidak mungkin lagi. Jangankan angkot, motor saja tidak bisa lewat sini kalau habis hujan," ujar Subohadi. Subohadi mengatakan, dengan segala keterbatasannya warga Swaran sebenarnya sudah berupaya untuk memeliharta jalan. Namun kerja bhakti yang dilakukan warga tetap saja tidak mampu membuat kondisi jalan layak untuk dilalui kendaraan. "Kalau kerja bhakti membersihkan jalan, itu sering kami lakukan. Tapi kalau untuk memperbaki kerusakan badan jalan, itu tidak mungkin dilakukan warga. Warga tidak punya peralatan dan biaya," katanya. Karena itu Subohadi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan Jalan Swaran. Pasalnya, sebagian besar warga RT 12 merupakan pekerja buruh yang setiap harinya melakukan mobilitas ke kota. Karena jalan Swaran rusak parah, selama ini sering memilih jalan alternatif melewati kawasan PT Intraca. "Kalau lewat jalan Swaran hanya sekitar satu kilometer, sudah sampai jalan raya. Tapi kalau lewat jalan Intraca, sekitar dua kilo meter baru sampai di jalan raya," ujarnya. (bas) |
|
|


























