BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Jalan di Pemakaman Juata Laut Rusak
Kamis, 01-05-2008 | 04:00:00
TARAKAN, TRIBUN- Akses jalan masuk menuju pemakaman umat Nasrani di Juwata Laut, kondisinya masih memprihatinkan. Setiap diguyur hujan, banyak terdapat endapan lumpur di badan jalan yang belum dikeraskan pengerasan. Jalan selebar kurang lebih empat meter itu, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

Rombongan Komisi III DPRD saat melakukan kunjungan ke lapangan Rabu (30/4), terpaksa harus jalan kaki beberapa ratus meter untuk bisa tiba di lokasi. Kunjungan ini juga melibatkan tokoh-tokoh dari kelompok nasrani seperti Bamag, PGI, PGII, dan PGPI.

Menyikapi persoalan ini, Ketua Komisi III Tigor Naenggolan mengatakan, DPRD sudah mengusulkan agar persoalan ini segera ditangani pemerintah "Kami sudah memohon ke pemerintah untuk ditindaklanjuti. Dan soal anggaran, nanti akan kami perjuangkan di ABT melalui tim panggar," kata Tigor.

Menurutnya, perbaikan jalan di pemakaman merupakan salah satu persoalan penting yang harus mendapat perhatian. Mengingat sarana tersebut sangat dibutuhkan untuk pemakaman umat nasrani. Dijelaskan, pemakaman nasrani di Juata Laut menjai satu-satunya pemakaman yang representatif untuk umat nasrani. Pasalnya, pemakanan nasrani di Lingkas Ujung saat ini sudah terlau penuh. "Pemakaman nasrani kan cuma ada dua, yang satu di Lingkas Ujung. Tapi di sana tempatnya sudah terlau penuh, dan sebagian dikuasai lokasinya ada yang dikuasai warga," ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi jalan yang masih memprihatinkan, menjadi kendala tersendiri bagi warga yang akan melakukan pemakaman. Karena jalan yang belum memadai, warga terkadang harus memikul peti jenasah untuk bisa sampai di pemakaman. "Ya, tadi dari keterangan warga, memang peti itu dipikul. Karena jalannya tidak  mungkin dilalui kendaraan," katanya. (bas)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA