| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 1 hour ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Ongkos ke Kota Rp 100 Ribu |
| Jumat, 02-05-2008 | 04:00:00 | |
|
TARAKAN, TRIBUN- Gencarnya pembangunan infrastruktur di Kota Tarakan ternyata belum dirasakan masyarakat di daerah Tanjung Batu dan Tanjung Pasir, Kelurahan Maburungan. Hingga saat ini belum ada jalan darat yang menghubungkan dua daerah tersebut dengan daerah lainnya. Kondisi ini dikeluhkan warga setempat yang selama ini merasa sangat membutuhkan akses jalan darat.
Tanjung Batu dan Tanjung Pasir merupakan dua daerah yang terletak di pesisir Kecamatan Tarakan Timur. Dua daerah itu terbagi dalam tujuh RT. Jumlah penduduk secara keseluruhan diperkirakan sekitar 3.000 jiwa, mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Menurut Ketua RT 22, Makmur, karena belum ada jalan darat warga hanya bisa menggunakan jalur laut sebagai satu-satunya akses untuk menuju ke kota atau daerah lain. Risikonya, ongkos yang harus dikeluarkan jauh lebih mahal. Dalam sekali perjalanan pulang pergi ke kota, dibutuhkan biaya sekitar Rp 100.000. Biaya ini sebenarnya dirasa sangat mahal bagi warga. Namun apa boleh buat warga tidak memiliki pilihan lain. "Kami selama ini harus menggunakan perahu untuk ke kota atau daerah lain. Untuk sewa perahu, pulang-pergi habis Rp 100.000," kata Makmur. Untuk memaksakan diri melalui jalan darat dirasa tidak mungkin, karena akses jalan darat yang menghubungkan Tanjung Batu dan Tanjung Pasir ke jalan aspal Maburungan hanya berupa setapak sekiatr dua kilometer. Selain itu medannya juga naik turun, sehingga tidak mungkin dilalui dengan kendaraan roda dua. Dikatakan Makmur, selama ini juga tidak ada warga yang berani memaksakan diri menggunakan kendaraan melewati jalan tersebut. "Jalan setapak itu hanya bisa dilalui satu orang saja. Jala itu masih berupa tanah yang kana kirinya banyak tumbuhan.Kalau kami naik motor lewat jalan tersebut, bisa-bisa malah kami yang dinaiki motor. Apalagi kondisi medannya naik turun," jelasnya. Upaya agar pemerintah segera membuka jalan darat di Tanjung Batu dan Tanjung Pasir, sudah pernah diusulkan masyarakat pada tahun 2006. Pada tahun tahun tersebut, menurutnya, dikucurkan anggaran 200 juta untuk membuka jalan darat menuju Tanjung Batu dan Tanjung Pasir. Namun, hasilnya belum bisa dirasakan masyarakat setempat. Pada tahun 2007, masyarakat juga sempat hearing dengan DPRD. Hearing ini kemudina ditindaklanjuti dengan kunjungan ke lokasi. Namun sampai saat ini belum ada realisasi. "Kalau tidak salah Mei 2007 kami hearing dengan DPRD, dan bulan Juni dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan. Tapi sampai sekarang belum ada pembangunan," katanya. Belum adanya jalan darat sebagai penghubung dengan daerah lain, juga memberi dampak sosiil terhadap masyarakat di Tanjung Pasir dan Tanjung Batu. Diakui Makmur, ada beberapa siswa yang putus sekolah karena tidak sanggup meneruskan sekolah karena biaya mobilitas yang mahal. "Untuk melanjutkan sekolah ke SMP atau SMA kan harus daerah lain atau ke kota. Sementara ongkos perjalanan mahal. Makanya ada beberapa siswa putus sekolah, karena tidak punya biaya," ujarnya. Pernyataan Makur ini juga dibenarkan oleh Ketua RT 19 Amir dan Ketua RT 19 Ibrahim yang sama-sama berharap agar jalan darat menuju Tanjung Pasir dan Tanjung Batu segera dibuka. Menurut Makmur, dari pihak kelurahan telah memberikan penjelasan bahwa upaya untuk membuka jalan darat telah dilakukan. Sementara itu, masih ada lahan pekuburan dan warga yang masih harus dibebaskan. Terlepas dari persoalan itu, Makmur berharap pembukaan jalan darat ke Tanjung Batu dan Tanjung Pasir segera direalisasikan. (bas)
Jangan Sampai Terisolasi PEMBUKAAN jalan darat sebagai penghubung Tanjung Batu dan Tanjung Pasir dengan daerah lain, menurut anggota DPRD Abdul Khair, harus diprioritaskan. Jalan tersebut harus segera dibangun untuk menghidari masyarakat di daerah tersebut tidak terisolasi. Selain itu akses jalan darat juga akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. "Saya pikir itu memang pantas untuk diprioritaskan. Karena fasilitas tersebut, jelas sangat dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai masyarakat seperti terisolasi. Seperti sekarang ini, masyarakat di sana hanya bisa mengggunkan jalur laut untuk akses mobilitas ke kota," ujarnya. Mengenai apakah pembanngunan jalan penghubung ke Tanjung Batu dan Tanjung Pasir sudah dianggarkan di 2008, ia belum bisa memastikannya. Pasalnya ia selama ini belum mendapat rinsian tentang alokasi anggaran 2008. "Itulah, karena alokasi APBD 2008 tidak disampaikan kepada anggota Dewan secara individu, saya tidak bisa memastikannya. Rasa-rasanya memang sudah dianggarkan," jelasnya. Diakuinya bahwa persoalan jalan yang dikeluhkan warga di Tanjung Batu dan Tanjung Pasir sudah pernah ditinjau langsung oleh DPRD. Hasil tinjauan tersebut juga sudah diusulkan kepada pemerintah supaya pembangunan jalan segera direalisasikan. Jika memang sudah dianggarkan, ia berharap agar pembangunan jalan penghubung ke Tanjung Batu dan Tanjung pasir diutamakan. (bas)
|
|
|





























