BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Petenis Indonesia Bangkitlah...
Senin, 05-05-2008 | 04:00:00
STADION Tenis Indoor Telaga Keramat mudah-mudahan memberi tuah bagi petenis Indonesia saat mengikuti Walikota Tarakan Open Circuit Womens 2008, hari ini Senin (5/5). Namun, dari empat kali Walikota Tarakan Open Circuit Womens digelar, hanya dua kali petenis Indonesia menjadi yang terbaik. Trofi lainnya jatuh ke tangan petenis asing.

Seperti yang terjadi tahun 2006 dan 2007. Pada kejuaraan yang ketiga, gelar juara tunggal diraih Hwang Lei dari China. Di final, Hwang berhasil menumbangkan Chen Yi asal h Sedangkan tahun 2007, tropi terbang lebih jauh lagi. Giliran Maya Gaberova dari Rusia yang juara tunggal. Di final, petenis bule itu mengalahkan Denise DY dari Philipina 7-5/6-2.

Hasil dua tahun belakangan ini sungguh sangat mengecewakan bagi perkembangan tenis tanah air. Gelar juara terakhir yang direbut petenis Indonesia hanya di sektor ganda. Saat itu Fifien Silvana Toni yang berpasangan dengan Lavinia Tananta sukses menjadi juara setelah mengalahkan Tomoko Dokei/Tomoko Taira asal Jepang 6-4/7-5.

Para petenis Indonesia sebenarnya sempat merajai Walikota Tarakan women's circuit. Seperti pada tahun 2004  Liza Andriyani menjadi juara usai mengalahkan Sandy Gumulya  6-4/6-3. Pada tahun yang sama, Septi Mende dan Wukirasih Sawondari juara ganda. Difinal, mereka mengalahkan pasangan gado-gado Vitaya Viroj dari Thailand Liza Andriyani 6-4/6-2.

Sapu bersih kembali terjadi pada tahun 2005. Kali ini giliran mantan bintang tenis Indonesia Wynne Prakusya yang menjadi ratu. Di final Wynne mengalahkan Rommana Tedjakusuma  6-4/6-2. Keperkasaan Wynne kembali berlanjut di sektor ganda. Bersama Rommana, mereka menundukkan Maya Rosa/Eny Sulistyowati 7-5/6-2.

Pertanyaannya kini, apakah tahun ini petenis Indonesia kembali bisa merebut kemenangan? Dari peringkat dunia, hanya Lavinia Tananta sepertinya yang mampu mengimbangi petenis-petenis asing. Anggota tim Fed Indonesia itu saat ini menduduki peringkat 602 dunia.

Harapan besar juga patut diberikan kepada Ayu Fani Damayanti. Petenis asal Bali ini dikenal berpengalaman dalam menghadapi petenis asing. Selain itu, kejutan juga diharapkan bisa dilakukan petenis senior seperti Liza Andriyani dan Wukirasih Sawondari.

Sementara itu, dua hari sebelum dimulainya babak kualifikasi para petenis terus berdatangan. Mereka langsung melakukan latihan di Telaga Keramat. Sesuain jadwal babak kualifikasi bakal mulai digelar hari ini. (bas)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA