BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

8 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Secara Teori tak akan Terjadi Semburan Lumpur
Rabu, 30-04-2008 | 04:00:00
TARAKAN, TRIBUN- Survei seismik tiga dimensi yang akan dilakukan Provident Indonesia Energi (PIE) LLC, dinilai jauh dari resiko terjadinya semburan lumpur seperti yang terjadi di Sidoarjo. Karakter geologi di Tarakan tidak memungkinkan terjadinya semburan lumpur. Pasalnya, di lapisan bumi Tarakan tidak terdapat mud volcano (gunung lumpur).
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lisda Ir Subono usai menghadiri sosialisasi survei seismik tiga dimensi oleh Provident Indonesia Energi (PIE) LLC di DPRD, Selasa (29/4).  "Kecil kemungkinannya terjadi semburan lumpur. Karena lapisan geologi di sini, sebagian besar terdiri pasir dan batu bara. Tidak ada mud volcano. Secara teoritis, tidak mungkin terjadi semburan lumpur," ujar Subono.

Ia menambahkan semburan lumpur justru berpotensi terjadi di daerah Kaltim lainnya seperti di sekitar Samarinda. Hal ini dikarenakan karakter geologi di sekitar Samarinda memang memungkin terjadinya semburan lumpur. "Ya karena kondisi geologi-nya berpotensi mengakibatkan semburan lumpur," ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa mud volcano bukan menjadi satu-satunya penyebab terjadinya semburan lumpur. Prosedur standart kerja memegang peranan utama untuk menghindari terjadirnya semburan lumpur. Contoh kasus di Sidoarjo, menurutnya juga diakibatkan adanya kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran.

Kesalahan prosedur dalam kegiatan seismik tiga dimensi, sebelumnya juga pernah dialami PT Medco di Tarakan. Namun kesalahan prosedur tersebut tidak mengakibatkan semburan lumpur melainkan semburan gas. "Waktu itu PT Medco pernah melakukan survei tiga dimensi. Karena kesalahan prosedur, sempat terjadi semburan gas, bukan lumpur," ujarnya.

Karena sebagian lapisan bumi terdiri pasir dan batu bara, kegiatan seismik tiga dimensi kemungkinan hanya akan mengakibatkan longsor akibat getaran. Longsor berpotensi terjadi karena pasir di Tarakan punya sifat lepas, tidak saling terikat.

Survei seismik tiga dimensi adalah survei dengan menggunakan gelombang yang dihasilkan oleh suatu sumber energi (ledakan-red). Survei ini disertai kegiatan pengeboran di beberaap titik untuk menaruh bahan peledak pada kedalaman sekitar 35 meter. Gelombang  yang terekam dari getaran sumber energi itu, nantinya bakal menjadi acuan untuk mendapatklan informasi kondisi di bawah permukaan lapisan bumi.

Untuk diketahui area Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PIE di Tarakan mencakup 530 kilo meter persegi. Awalnya WKP PIE mencakup 637 kilometer persegi yang terdiri wilayah lautan dan darat. Namun 20 persen area konsesi PIE sudah dikembalikan ke pemerintah. Untuk sementara ini, PIE belum bisa memastikan kapan tepatnya survei seismik tiga dimensi dilaksanakan.

Menurut Manajer Humas PIE, Yamin, kegiatan seismik tiga dimensi yang direncanakan baru merupakan kegiatan ekplorasi. Dari kegiatan ini belum bisa dipastikan berapa kandungan minyak yang terdapat di area konsesi PIE. Cadangan minyak baru bisa dideteksi setelah dilakukan eksploitasi. (bas)

Secara Prinsip DPR Mendukung

KETUA Komisi III DPRD Tigor Naenggolan mendukung rencana Provident Indonesia Energi (PIE) LCC untuk melakukan survei seismik tiga dimensi. Dari kegiatan tersebut, diharapkan bakal ditemukan cadangan minyak yang bisa meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tarakan.

Namun Tigor juga meminta agar PIE mematuhi ketentuan pemerintah dalam melaksanakan survei seismik tiga dimensi tersebut. Pasalnya, area konsesi PIE sebagian besar terdiri hutan. Sebelum melaksanakan survei, PIE lebih dulu harus mengantongi perizinan dari Menteri Kehutanan. "Kami pada prinsipnya menyambut positif dan mendukung kegiatan survei ini. Tentu kami berharap bakal ditemukan cadangan minyak. Namun ketentuan seperti perijinan dari Menteri Kehutanan harus diselesaikan dulu, karena area konsesi  PIE sebagian di hutan," kata Tigor.

Jika dalam survei diindikasikan ada kandungan minyak dan berlanjut hingga tahap eksploitasi, PIE juga diminta untuk memberdayakan masyarakat sekitar. "Jika ada eksploitasi, kami berharap masyarakat sekitar direkrut sebagai tenaga kerja, supaya mereka juga bisa merasakan manfaatnya," ujarnya.

Terkait dengan izin dari menteri kehutanan, pihak PIE mengaku mengajukan permohonan sejak awal Maret. Namun sampai saat ini izin dari Menteri Kehutanan belum keluar. "Kami sudah mengajukan, dan sekarang masih diproses. Tapi progrresnya selalu kami ikuti," jelas Yamin.

Ia manambahkan bahwa survei seismik telah mengantongi izin dari BP Migas. Tapi selama izin dari menteri kehutanan belum keluar, survei belum bisa dilaksanakan. (bas)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA