PRESIDENSBY.INFO
Presiden SBY dan istri menerima Nada dan Maggie
Minggu, 17 Agustus 2008 | 04:00 WIB
PERSAHABATAN gadis cilik korban gelombang tsunami asal Nanggroe Aceh Darusalam, Nada Luthfiyah, 12, dengan warga asal Amerika Serikat, Maggie Hamilton, 13, yang terjalin melalui lembaran surat selama tiga tahun, akhirnya berbuah manis.
Kedua bocah cilik ini bertemu di Indonesia, dan bahkan bertegur sapa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat menjadi kurir jalinan persahabatan dua anak manusia antar benua ini.
Bertempat di Wisma Negara, Jakarta, Sabtu (16/8), Presiden Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Sosial Bachtiar Chamsjah, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie menerima kehadiran dua bocah yang sempat menarik perhatian Presiden AS George Bush dan pemimpin Asia-Pasific pada acara the Asia-Pasific American Heritage Event, pada 25 Mei 2005 di Gedung Putih, Amerika Serikat.
Tak urung, Presiden Yudhoyono pun ikut larut atas peristiwa masa lalu yang membuat semua pemimpin dunia terisak atas jalinan kasih yang diperbuat Magie dan Nada. "Waktu itu, terus terang yang mendengar surat Maggie maupun surat Nada bersedih. Dan sungguh mengharukan percakapan hubungan kedua gadis itu, yang Alhamdulillah dipertemukan pada Agustus ini di Jakarta," kata Kepala Negara mengenang masa-masa haru Maggie dan Nada.
Untuk diketahui, surat Nada dan Maggie sempat dibacakan Presiden Yudhoyono pada acara pemimpin Asia-Pasific. Presiden Yudhoyono membacakan surat Maggie dan Nada disela pidato kenegaraan Indonesia perihal tsunami, kepahlawanan dan solidaritas kemanusian.
Tak melanjutkan kisah yang mengharu biru, Presiden Yudhoyono yang memegang peran selaku tuan rumah segera beralih ke topik pembicaraan lain. "Saya senang bertemu Nada kembali, setelah bertemu sebelumnya pada peringatan tsunami Aceh yang pertama di Banda Aceh. Saya senang Maggie datang ke Indonesia beserta kedua orangtuanya, yang tentu membawa kesan tersendiri," ungkap SBY.
Tak hanya hadir berdua, Maggie dan Nada juga menyertakan sosok lain untuk bertemu SBY. Maggie diapit kedua orangtuanya, dan Nada didampingi paman yang bernama Marzuki Sulaeman dan kakak, Munarman. Menerima sambutan hangat tersebut, Maggie sontak memberikan komentar. Dengan menggunakan bahasa Inggris, Maggie dihadapan Presiden Yudhoyono menyatakan perasaan senang lantaran berada di Indonesia bersama dengan sahabat kecilnya, Nada.
"Saya senang sekali di sini. Saya berharap bisa kembali datang ke Indonesia dan bertemu teman-teman yang lain, dan berharap Nada bisa juga datang ke Amerika Serikat. Saya senang sekali bertemu Nada untuk pertama kalinya, setelah 3 tahun menulis surat ke Nada," urai Maggie.
Tak mau kalah, Nada yang mulai mengerti bahasa Inggris sedikit demi sedikit juga membalasa pernyataan Maggie dihadapan SBY, dan bercerita tentang kondisi Aceh terkini. "Saya sangat senang bertemu Maggie. Saat ini semua rumah sudah dibangun Aceh, sekolah juga sudah dibangun yang rusak akibat gempa dan Aceh," jelasnya.
Melihat luapan dua perempuan kecil tersebut, Presiden Yudhoyono melempar senyum. Bahkan, Presiden Yudhoyono memberi petuah kepada Nada yang ingin menjadi dokter. "Sekolah yang baik," sergahnya seraya kembali melempar pertanyaan apa saja yang telah dilakukan Maggie dan Nada saat bertemu. "Kita membuat sarapan bersama, dan membuat gelang," tegas Maggie yang mulai agak tegang.
Di penghujung pertemuan, Nada dan Maggie memberikan gelang benang warna-warni yang mereka rangkai kepada SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Tidak hanya itu, simbol persahatan mereka ini dipakaian Nada dan Maggie ke tangan kanan dan kiri SBY dan Ani Yudhoyono.
Nada pun menambahkan kopi asli buatan Aceh ke SBY. Sedang Maggie memberikan lukisan ke Ani Yudhoyono. Tak mau kalah, SBY dan istri memberikan oleh-oleh berupa tas ransel dengan bendera merah putih dan buku berjudul Harus Bisa, Seni Memimpin ala SBY karya Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal.
Nada dan Maggie tak hanya bertemu dengan Presiden Yudhoyono. Menurut rencana, kedua gadis ini akan berkunjung ke Nanggroe Aceh Darussalam, Medan dan Yogyakarta. Selama di Jakarta, Nada dan Maggie juga akan turut serta pada acara HUT ke 63 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dan mengunjungi sejumlah sekolah di Jakarta serta berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (persda network/ade)